Dikutip dari Reuters, pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan oleh para seniman Berlin yang tergabung dalam komunitas copy & waste. Mereka menampilkan karya seni yang terinspirasi oleh film komedi era '80-an, Back to the Future.
Mengangkat tema berjudul Knick-Knack to the Future, para seniman tersebut menjalankan sebuah concept store yang menjual kopi, cupcakes, dan tas, sepatu, kaus bertema Back to the Future.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gentrifikasi adalah imigrasi penduduk kelas ekonomi menengah ke wilayah kota yang buruk keadaannya atau yang baru saja diperbaharui dan dibuat modern.
Gentrifikasi merupakan topik yang sedang hangat di Jerman, terutama kota Berlin. Meningkatnya harga sewa sebanyak 30-40 persen di kota-kota di Jerman, misalnya Berlin, Munich, dan Frankfurt sejak 2007 mendorong pemerintah bertindak untuk mencegah para penyewa keluar.
Lokasi proyek copy & waste berada dekat stasiun bawah tanah Kottbusser Tor. Dulu lokasi ini adalah area perumahan para pekerja imigran Turki, hanya beberapa blok saja dari Tembok Berlin. Area yang sempat terlupakan itu popularitasnya kian menanjak, membuat harga sewa meningkat.
“Di sini, proses gentrifikasi begitu jelas,” kata Steffen Klewar, sutradara dan aktor di copy and waste, menjelang pertunjukan. Para seniman memutuskan untuk membuat toko mewah yang merupakan bagian dari produksi pertunjukan. Tujuan toko tersebut adalah menyorot perubahan mendasar yang terjadi di lingkungan itu.
Aktor asal Amerika Daniel Brunet, Sutradara Teater Inggris di Berlin, adalah salah satu seniman yang tergabung dalam kelompok ini. Dia berpendapat bahwa perumahan yang terjangkau adalah hak dasar setiap manusia.
“Saya tidak dapat membayangkan akan terlihat seperti apa New York pada 2045, apakah dia akan menjadi versi terburuk dari Hill Valley (kota fiksi dalm film Back to the Future), dengan beberapa orang yang tinggal di penthouse mewah, sementara yang lain berjejalan di pinggir kota?”
Para seniman ini akan tampil di Berlin sampai 12 September. Mereka akan melanjutkan pertunjukan di bekas kota industri kumuh Muelheim an der Ruhr di Jerman Barat, lalu beralih ke kota Graz yang makmur di Austria pada bulan September dan Oktober.
(win/utw)