Bak kelenteng pada umumnya, bangunan ini memiliki altar abu, tempat sembahyang bagi umat Kong Hu Cu. Setiap tahun, kelenteng ini menggelar tiga perayaan utama umat Buddha, yaitu Cap Go Meh, Sembahyang Rebut dan Sembahyang Bulan.
Satu keunikan kelenteng ini adalah keberadaan bedug dan lonceng di dalamnya. Penjaga kelenteng akan membunyikan beduk dan lonceng tepat pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB. Menjadi kebanggaan umat Buddha dan keturunan China di Muntok, tak ada salahnya berkunjung ke kelenteng ini dan melihat sendiri bangunan tua yang hingga kini masih berdiri kokoh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu rumah Homestay klaster Eropa di kota Muntok. (CNN Indonesia/ Ranny Virginia Utami)