Para peneliti mengajarkan bayi berusia empat bulan untuk memerhatikan pola audio non-bahasa yang semakin kompleks. Pemindaian otak pada bayi berusia tujuh bulan menunjukkan jika mereka lebih cepat dan lebih akurat dalam mendeteksi suara bahasa daripada bayi-bayi yang tidak terkena pola suara.
Temuan tersebut secara rinci dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience. “Bayi-bayi muda terus-menerus memindai lingkungan mereka untuk mengidentifikasi suara yang mungkin adalah bahasa,” kata April Benasich yang memimpin Laboratorium Penelitian Anak di Rutgers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benasich mengatakan, bayi pada usia tertentu ini ideal untuk jenis pelatihan tersebut. “Jika Anda membentuk sesuatu ketika bayi sedang membangunnya, hal itu memungkinkan bayi membangun jaringan pendengaran terbaik untuk bagian otak tertentu. Proses ini memberikan dasar kuat untuk setiap bahasa yang akan dipelajari bayi.”
Benasich mengatakan, dia mampu mempercepat dan mengoptimalkan pembangunan peta akustik bayi. Caranya, menghadiahi bayi dengan video berwarna-warni singkat ketika mereka bisa menanggapi perubahan berbagai pola suara yang cepat. Perubahan bisa hanya sekitar puluhan milidetik, dan semakin kompleks ketika latihan meningkat.
(win/utw)