Bayi mungil Claire Henderson, Broke, harus dirawat lima hari di rumah sakit dengan lepuhan mengerikan. Kondisinya bisa menyebabkan kerusakan hati dan otak. Claire kemudian mengirimkan pesan lewat akun Facebook-nya, menginformasikan kepada ibu-ibu lain tentang pengalamannya.
Claire yang khawatir menulis di sosial media, “Tolong bagikan ini kepada setiap ibu baru dan ibu hamil yang Anda kenal...COLD SORES BISA BERAKIBAT FATAL UNTUK BAYI.” Sebelum berusia tiga bulan, bayi tidak bisa melawan virus herpes. Jika bayi terinfeksi virus tersebut, maka dapat menyebabkan kerusakan hati dan otak yang dapat mengakibatkan kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya, Claire menyadari gejala-gejala awal infeksi virus tersebut, dan bergegas membawa bayinya ke unit gawat darurat. Broke, bayi yang amat rentan tersebut harus dirawat selama tiga hari dengan selang infus menempel di tubuhnya, serta dua hari tambahan di bawah pengawasan dokter.
Namun, Claire merasa sangat bersyukur, semua hasil tes kesehatan bayinya menunjukkan bayinya sudah terbebas dari virus tersebut.
Jadi, pesan moral yang bisa dipetik dari cerita ini adalah, jangan biarkan siapa pun mencium mulut bayi Anda yang baru lahir, sekalipun mereka kelihatannya tidak mengidap cold sore.
Maka, Claire merasa penting untuk meningkatkan kesadaran akan virus ini. Salah seorang teman Claire di Facebook berkomentar, “Saya tidak tahu jika penyakit ini bisa menyerang bayi. Saya senang Anda cepat melihat gejala tersebut dan segera pergi membawa Broke ke rumah sakit berdasarkan insting.”
Menurut situs kesehatan NHS Choice, cold sores adalah lepuhan kecil yang berkembang di bibir atau daerah sekitar mulut. Lepuhan tersebut disebabkan oleh virus herpes simpleks dan biasanya sembuh tanpa pengobatan dalam waktu dari tujuh sampai sepuluh hari.
Gejalanya dimulai dengan gatal, dan sensasi terbakar di sekitar mulut. Luka berisi cairan akan muncul, dan paling sering terjadi di tepi bibir bawah. Kendati untuk orang dewasa kondisi ini ringan, pada anak berusia enam minggu virus ini dapat menyebabkan kerusakan otak, bahkan kematian.
(win/win)