Kandungan kafein pada kopi pada umumnya dikaitkan dengan efek 'waspada' bagi orang yang menikmatinya. Hal tersebut dibenarkan oleh Eddy S. Mudjajanto, Dosen Industri Jasa Makan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Eddy mangatakan bahwa kopi mengandung kafein yang tinggi. “Yang dikandung oleh kopi adalah kafein yang dapat merangsang saraf seseorang.”
Peranan utama kafein di dalam tubuh adalah meningkatkan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek peningkatan fisiologis yakni meningkatnya energi. Namun, menurut Eddy tidak semua orang merasakan efek yang sama setelah meminum kopi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, jika seseorang terbiasa mengonsumsi kopi tiga sampai empat gelas dalam satu hari, maka tidak akan ada pengaruhnya bagi mereka. Kalaupun ada tidak signifikan pengaruhnya, Eddy menambahkan.
Kopi sendiri bukan minuman yang dikategorikan sebagai minuman kesehatan. “Kopi tidak memiliki nilai gizi, hanya dapat menyebabkan saraf menjadi tegang,” ungkapnya. “Ketika seseorang mengonsumsi kopi, maka saraf akan menegang, dan akhirnya darah akan semakin kecang, sehingga tubuh akan mengalami peningkatan aktivitas dan membuatnya terjaga.”
Namun, bagi orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi, kopi dapat menambah berat kerja saraf. “Tensi yang tinggi ketika minum kopi kalau tidak kuat bisa berakibat pada terjadinya stroke,” kata.
Kafein yang merupakan kandungan utama dalam kopi bersifat stimulan yang membuat seseorang mencandu. Kafein dapat memengaruhi sistem kardiovaskuler seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Namun, dampak tersebut, menurut Eddy, terjadi jika seseorang mengonsumsinya secara berlebihan.
“Kalau sehari satu sampai dua gelas saja, itu bagus. Karena, jantung atau saraf bekerja lebih keras sehingga dapat melatih jantung,” ungkapnya.
Efek 'waspada' kopi karena kafein juga menimbulkan banyak mitos beredar. Beberapa informasi mengatakan bahwa kopi dapat meningkatkan memori. Eddy membenarkan jika kopi dapat meningkatkan daya tahan seseorang ketika sedang belajar. “Tapi bukan berarti orang tersebut menjadi lebih pintar ketika mengonsumsi kopi,” katanya menjawab.
Informasi lain mengatakan bahwa kopi dapat mencegah depresi. Sebuah penelitian dalam Archives of internal medicine pada 2011 pernah mengungkap bahwa perempuan yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari memiliki kemungkinan 15 persen lebih kecil mengalami depresi.
Selain kafein, kopi juga dilaporkan mengandung senyawa antioksidan, yang membantu tubuh dalam menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal bebas. Eddy mengatakan bahwa senyawa antioksidan itu benar. Masalahnya adalah, apakah senyawa antioksidan itu sifatnya yang dibutuhkan oleh tubuh? Menurut Eddy, antioksidan yang diperlukan oleh tubuh adalah antioksidan yang bersumber dari makanan seperti buah dan sayur.
Mengingat beberapa efek negatif kafein dalam kopi, tidak semua orang bebas untuk minum kopi. Misalnya, orang dengan hipertensi. Menurut Eddy, ada anjuran orang yang mengidap hipertensi tidak dianjurkan untuk minum kopi lebih dari dua gelas. “Jika tekanan darah tidak kuat maka dapat mengakibatkan stroke.”
Selain itu juga ibu hamil. Menurut Eddy, ibu hamil biasanya akan mengalami tekanan darah yang meningkat. “Kopi dapat semakin meningkatkan tekanan darahnya.”
(win/win)