Pubertas dan Berat Badan Juga Pengaruhi Stretch Mark

Tri Wahyuni | CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2015 18:17 WIB
Entah karena perubahan hormon atau meningkatnya berat badan, stretch mark bisa datang dan sangat mengganggu penampilan, tapi ada cara untuk mengatasinya. Ilustrasi perempuan. (thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Guratan kulit atau biasa dikenal dengan sebutan strech mark ternyata tidak hanya diderita perempuan sehabis hamil. Stretch mark pun bisa muncul sejak usia dini dan juga pada laki-laki.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Fitria Amalia Umar mengatakan masa pubertas pun bisa berperan terhadap munculnya stretch mark. Yang menyebabkannya adalah masalah hormonal.

"Memang kalau mulai masa pubertas hormon lagi tinggi-tingginya. Saat itu kulit dipaksa untuk membesar. Kalau pubertas kan pertumbuhannya melejit, jadi kulit dipaksa untuk meregang," kata Fitria saat ditemui dalam peluncuran produk perawatan kulit di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (7/10).


Tidak hanya masa pubertas, berat badan yang meningkat cukup signifikan juga dapat bisa menimbulkan stretch mark. Penyebabnya, lagi-lagi karena kulit yang meregang.

Munculnya stretch mark karena bertambahnya berat badan juga pernah dirasakan oleh Sigi Wimala. Sebelum bergelut di dunia model, Sigi mengaku pernah gemuk.

"Dulu pertama kali jadi model, aku yoyo diet. Berhasil kurus tapi ada strecth mark-nya. Jadi, dari umur 17 tahun aku sudah ada stretch mark," kata Sigi dalam acara yang sama.

Fitria menjelaskan, stretch mark terjadi karena kondisi kulit yang kurang elastis saat peregangan terjadi. Entah karena perubahan hormon atau meningkatnya berat badan.

Satu-satunya cara untuk mencegahnya adalah dengan menjaga elastisitas kulit. Kesehatan dan kelembapan kulit harus terjaga.

"Bisa juga dengan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan kulit, olahraga teratur, dan hidrasi yang cukup untuk menjaga kelembapan dari dalam. Kalau dari luar bisa pakai moisturizer," ujarnya.

Jika stretch mark terlanjur muncul, untuk mencegahnya membekas, Anda harus melakukan perawatan kulit sejak dini. Ketika stretch mark masih berwarna merah, Fitria menganjurkan agar perawatan kulit dari dalam dan luar segera dilakukan untuk meningkatkan elastisitas kulit.

"Saat itu harus dilembabkan sehingga tidak ada tekanan berlebihan untuk mencegah robekan pada kulit itu," kata Fitria. Jika perawatan dilakukan pada masa ini, Fitria mengatakan stretch mark tidak akan meninggalkan bekas.

Lain halnya ketika perawatan dilakukan saat stretch mark sudah berwarna putih. Fitria mengatakan sulit untuk menghilangkan stretch mark, tapi hanya bisa disamarkan.

"Kalau sudah berwarna putih, terasa kasar seperti retakan itu sulit dihilangkan. Paling hanya bisa membantuenyamarkan saja," ujarnya.

Bahan-bahan yang digunakan untuk perawatan pun harus diperhatikan. Pilih bahan alami, apalagi untuk perempuan hamil.

"Pilih perawatan yang aman. Yang anti-iritasi, ada pelembabnya, anti oksidan, yang mengandung vitamin C, A, dan E. Pilih juga yang hypoalergenic yang tidak menyebabkan alergi," katanya.

Tak lupa Fitria juga mengingatkan, ketika stretch mark muncul dan Anda merasakan gatal, sebisa mungkin jangan menggaruknya. Sebab, menggaruk akan memperparah stretch mark yang sudah ada karena ada trauma lokal dari kulit tersebut. (win/win)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER