"Obat tetes mata banyak mengandung steroid, itu tidak boleh. Kalau digunakan pada mata sembarangan bisa menyebabkan glaukoma," kata Setiyo saat ditemui usai konferensi pers Bakti Katarak di Rumah Sakit JEC Kedoya, Jakarta, kemarin (10/10).
Pada tahap awal, glaukoma memang tidak serta merta menimbulkan gejala. Tapi pada tahap lanjut, penglihatan semakin menyempit, sebelum akhirnya hilang sama sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang yang mengalamu glaukoma memiliki aliran cairan di dalam bola mata yang tersumbat. Hal ini menyebabkan tekanan bola mata meningkat melampaui batas normal, yaitu 21 mmHg.
Tekanan yang tinggi itu merusak saraf optik yang menghubungkan penglihatan dengan otak. Akhirnya, lama kelamaan luas pandangan pun akan menyempit.
Selain steroid yang terdapat pada obat-obat tersebut, Anda juga harus waspada jika mengalami cedera mata atau area sekitarnya. Sebab, kemungkinan cedera itu dapat mengganggu aliran cairan bola mata.
Selain glaukoma, penggunaan obat tetes mata dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan katarak. Oleh sebab itu, Setiyo menganjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila merasa mengalami gangguan pada penglihatan.
"Kalau pakai obat tetes mata lama-lama lensa bisa keruh atau katarak. Sebetulnya kalau yang bener itu obat tetes mata tidak boleh dijual sembarangan harus berdasarkan resep dokter," ujarnya.
Jika ingin menggunakan obat tetes pun, Setiyo menganjurkan untuk memakai obat tetes air mata buatan atau artificial tears. (vga/vga)