Mesra bersama Gajah Sumatra di Nirwana Ubud

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 26/10/2015 09:18 WIB
Mesra bersama Gajah Sumatra di Nirwana Ubud Elephant Safari Park and Lodge terletak di Ubud, Bali, merupakan perpaduan penginapan dan konservasi gajah Sumatra. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gajah biasanya dilihat di kebun binatang ataupun di tempat habitatnya di hutan. Namun bagaimana bila di suatu pagi, gajah sudah berdiri manis di depan pintu kamar?

Sensasi itulah yang terasa berbeda di Elephant Safari Park Lodge di kawasan Taro, Ubud, Bali.

Kawasan bak kebun raya seluas 3,5 hektare ini dibangun oleh pemerhati dan pecinta gajah, Nigel Mason, yang berasal dari Australia. Ia tertarik dengan gajah Sumatra yang sempat terancam kehidupannya sendiri di habitat asalnya.


Nigel lalu melakukan tindakan pemindahan gajah-gajah tersebut dan mendirikan sebuah tempat pelestarian gajah Sumatra di Ubud pada 1997. Sebelumnya, Nigel telah mendirikan perusahaan rafting Bali Adventure pada 1989.

Sebagai pemerhati hewan dan pecinta petualangan, bersama istrinya yang orang Bali asli, Nigel menmbangun tempat pelestarian tersebut dengan nuansa botanical garden.

"Karena adanya ancaman-ancaman terhadap gajah-gajah Sumatra di habitat aslinya, oleh karena itu kami membawa beberapa spesies gajah dari pusat-pusat pelatihan gajah di beberapa lokasi di Indonesia untuk dikembangbiakkan dan dikembangkan sebagai aset pariwisata di Bali," kata Nikka Amandra Gunadharma, Marketing Communication Elephant Safari Park and Lodge, kepada CNN Indonesia, beberapa waktu lalu.

Usaha Nigel tak sia-sia, beberapa gajah yang ia pindahkan melalui perjalanan darat dari Sumatra menuju Bali itu pun sukses. Gajah-gajah dapat hidup dengan nyaman hingga sanggup berkembang biak.

Tak cukup sampai di situ, Nigel pun melengkapi kawasan itu dengan fasilitas penginapan yang ia rancang semuanya sendiri dan dibuka pada 2009. Salah satunya adalah penginapan berkelas yang diberi nama Elephant Lodge.

Untuk sampai di kawasan ini memang membutuhkan penunjuk jalan mengingat lokasinya yang cukup masuk pedalaman kawasan Ubud yang alami. Namun, antar-jemput dapat dilakukan dengan menghubungi pihak perusahaan pengelola terlebih dahulu.

Kawasan Ubud yang masih tradisional dan alami seolah menyambut dengan ramah para pengunjung yang datang. Rapatnya pepohonan sanggup membuat siang hari terasa sejuk dan dingin.

Fasilitas yang ditawarkan oleh Elephant Safari Park and Lodge mirip penginapan bungalo pada umumnya. Namun, dengan paket-paket yang sudah disiapkan, yang membuat berbeda adalah kedekatan dengan makhluk berbelalai panjang itu.

Dalam kawasan penginapan ini, pengunjung dapat melakukan safari bersama gajah dengan menunggangi hewan itu baik di malam ataupun siang hari.

Sensasi menunggang gajah terasa hampir mirip dengan menunggang kuda, namun dengan ketinggian yang lebih menjulang. Hati-hati bila menderita fobia ketinggian.

Namun jangan khawatir ketika akan bersafari bersama gajah, selain karena sudah disediakan tempat duduk di punggung gajah bak Raja dan Ratu Hutan, sang pawang gajah siap menemani sepanjang perjalanan.

Pengunjung berkesempatan mengenal perilaku gajah yang diberi seperti nama orang Indonesia itu secara lebih dekat dan alami, mulai suka mengambil daun di pinggir jalan hingga melihat antar gajah 'bertegur sapa'.

Pada pagi hari, pengunjung mendapat kesempatan untuk memandikan atau mandi bersama gajah-gajah Sumatra ini. Bila ingin tetap "bermain aman," memandikan gajah dengan selang air dan menyikatnya mungkin menjadi pilihan yang baik.


Namun bila menginginkan sedikit adrenalin, cobalah untuk mandi bersama para gajah di kolam yang sudah disediakan. Frasa "mandi bersama gajah" rasanya tak berlebihan, karena itulah yang sesungguhnya terjadi.

Pengunjung diizinkan untuk menunggangi gajah-gajah tersebut tanpa pelana atau kursi saat safari, tentu bersama pawangnya. Menaiki gajah lalu dibawa ke tengah-tengah kolam yang semakin dalam.

Dengan beberapa konspirasi usil gajah bersama pawangnya, bersiaplah untuk merasakan sensasi seolah tenggelam ke dalam air kolam. Rasakan gerakan otot dan tulang gajah yang terasa bergejolak di paha Anda ketika gajah bergerak.

Air kolam tersebut aman meski kadang sang gajah kerap membuang kotorannya di sana saat mandi. Sejauh pengalaman, tak ada turis yang menderita gatal-gatal setelah nyemplung kolam bersama gajah.

Puas bermain mesra dengan para gajah, pengunjung dapat menikmati fasilitas lain di tempat ini seperti museum gajah dan juga ruang pertunjukkan dokumentasi pemindahan gajah dari Sumatra ke Bali.

Tempat ini pernah dikunjungi oleh beberapa pesohor internasional, sebut saja pembawa acara Crocodile Hunter, mendiang Steve Irwin. Kemudian ada Tony Blair, Julia Roberts, David Copperfield, David Beckham, dan juga Calvin Klein.

Dengan upaya konservasi yang memadupadankan kecantikan Ubud serta pelayanan hotel a la internasional, tak salah bila tempat ini menjadi ibarat kepingan nirwana yang damai bukan hanya untuk wisatawan tetapi juga para gajah yang juga makhluk ciptaan Tuhan.

(end/vga)