Walaupun tidak sedikit juga orang sengaja “mengoleksi” cap imigrasi berbagai negara di paspornya, dari masa ke masa. Siapa tak bangga punya pengalaman melanglang dunia?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Menurut kami, ide meniadakan paspor bakal mendunia,” Julie. Bila paspor “di awang-awang” kelak diberlakukan, maka wisatawan tak perlu repot-repot membawa buku paspor kala bepergian.
Sebagai gantinya, si wisatawan cukup menyerahkan atau menyimpankan data identitas diri dan biometrik di perangkat lunak yang bisa diakses di negara lain. Sekilas, tampak cukup simpel.
Tanpa buku paspor, wisatawan terhindari dari risiko kehilangan benda penting ini selama bepergian. Menurut data DFAT, sebanyak 38.718 paspor hilang dicuri dalam kurun 2014-2015.
Sementara ini, wacana peniadaan paspor atau paspor “di awang-awang” belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat di banyak negara. Baru sebatas Australia dan Selandia Baru saja. (vga/vga)