Kecenderungan itu, tak diragukan lagi, disebabkan oleh apa yang dikonsumsi oleh anak maupun remaja.
Penasaran mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut, para peneliti dari Duke National University, Singapura, melihat lebih dekat jenis-jenis makanan yang selama ini dihubungkan sebagai penyebab kegemukan dan obesitas anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang mereka temukan jadi bukti meyakinkan bahwa makanan tertentu mungkin saja penyebab obesitas pada anak.
Mereka melanjutkan, “Keripik kentang mengandung energi sangat tingi, dan memiliki indeks kenyang yang rendah, tapi mereka umumnya dikonsumsi sebagai makanan ringan.”
Kentang goreng, ayam goreng, daging olahan, mentega, juga punya dampak yang buruk. Belum lagi tambahan dari makanan-makanan itu, misalnya makanan penutup manis serta minuman manis.
Makanan yang dimasak dengan minyak, baik dengan cara digoreng, ditumis, atau dipanggang, juga dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Namun, Erick Finkelstein, pengajar di Fakultas Kesehatan, Universitas Duke, mengatakan, bukan berarti makanan yang memiliki lebih banyak kalori bisa menyebabkan kelebihan berat badan.
“Ada makanan, misalnya kentang, yang tidak buruk bagi kesehatan karena mengisi perut Anda,” katanya. Tapi, dia melanjutkan, ketika Anda mengubahnya jadi kentang goreng dan keripik kentang, dia bisa menyebabkan pertambahan berat badan.
Sudah sejak lama para peneliti mempelajari, mengapa beberapa makanan lebih mengeyangkan daripada yang lain. Studi pada 1996 menemukan, makanan berlemak, secara mengejutkan cenderung kurang membuat kenyang.
Sementara, makanan padat berkabohidrat dan protein justru sebaliknya. Dalam buku Fat Detection, dijelaskan bahwa lemak lebih padat energi, tapi tidak lebih membuat kenyang.
Finkelstein menambahkan bahwa kalori yang berasal dari cairan juga merupakan masalah. Sebab minuman berkalori bersifat kurang mengenyangkan dibanding makanan padat. Dengan kata lain, soda dan minuman manis lain dua kali lipat berbahaya.
“Realitasnya adalah, anak-anak yang kelebihan berat badan, hampir pasti menjadi orang dewasa obesitas,” kata Finkelstein. “Apapun yang terjadi ketika anak-anak, hampir selalu tidak dapat diubah.” (win/les)