"Kami mengetahui bahwa makan di luar rumah, berkaitan dengan kualitas diet yang rendah, obesitas yang tinggi pada remaja, dan juga resistensi terhadap insulin," kata Geng Zong dari Harvard TH Chan School of Public Health saat menyampaikan hasil riset terbarunya dalam pertemuan American Heart Associaton di Florida, baru-baru ini.
Di Amerika Serikat sendiri, sebanyak 30 juta jiwa atau sembilan persen populasi negara, memiliki penyakit diabetes yang sebagian besar merupakan diabetes tipe-2. Penyakit jenis ini, terjadi ketika tubuh tak dapat lagi menangani kelebihan gula yang masuk melalui makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pemaparan Zong, memasak makanan di rumah dapat menghindari banyak bahan olahan dan lemak tidak sehat yang biasanya terdapat pada restoran. Sehingga mengonsumsi makanan buatan sendiri dapat menjadi langkah pertama dalam menurunkan resiko diabetes.
Namun apabila kesibukan menjadi kendala dalam membuat makanan sendiri di rumah, Zong menyarankan untuk tidak memilih makanan cepat saji. Zong pun mengakui bahwa industri makanan harusnya ikut bertanggung jawab bukan hanya menyediakan makanan yang lezat tapi juga sehat. Meski makan makanan rumah terbukti lebih sehat, tapi bukan berarti seseorang dapat makan sesuka hati.
"Bila ibu Anda benar-benar memasak seperti ibu saya, Anda harus benar-benar memperhatikan jumlah makanan, agar tetap seimbang," kata Zong. (les/les)