Acara ini pertama kali diinisiasi oleh Triptrus.com, sebuah wadah berupa marketplace yang selama ini menjadi penghubung antara para traveler dengan penyedia jasa perjalanan indie tersebut. CEO TripTrus.com Brahmantya Sakti mengatakan dengan adanya event ini diharapkan para operator perjalanan yang membuka wisata di daerah bisa semakin berkembang dan membawa dampak baik dari hal tersebut.
"ITM ini sebagai panggungnya operator perjalanan supaya masyarakat dan pemerintah aware kalau industri ini sangat besar dan akan bergulir seperti bola salju. Produk yang ditonjolkan adalah wisata di daerah," ujar Brahmantya dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Kementerian Pariwisata, Selasa (10/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa yang akan ditonjolkan, seperti wisata Kepulauan Kei. Ada operator lokalnya yang langsung datang dan ada diskon. Ada juga Wakatobi, Kawah Ijen, Baluran, Pahawang, sampau Pulau Komodo," ujar Brahmantya.
Harga yang ditawarkan pun beragam. Tergantung lokasi tempat wisata dan paket perjalanan yang ditawarkan, seperti transportasi, penginapan, dan konsumsi. Brahmantya menyebutkan dari yang nilainya ratusan ribu hingga jutaan rupiah pun bisa ditemukan di ITM 2015.
"Untuk 100 ribuan ada yang ke Kepulauan Seribu. Yang paling mahal sejauh ini masih Raja Ampat, bisa sekitar Rp 5 juta," kata dia.
Raja Ampat (Thinkstock/Velvetfish) |
Lagi-lagi Hong Kong, Thailand, Singapura, Malaysia, atau Vietnam yang ramai ditawarkan. Atau bahkan perjalanan ke Eropa yang membutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah. Padahal, Indonesia dengan 17 ribu pulaunya punya potensi wisata yang tidak kalah dibandingkan negara-negata tersebut. Atau mungkin lebih baik. Sampai saat ini saja sudah ada 3 ribu lokasi wisata di Indonesia yang bisa didatangi wisatawan.
Menyadari potensi tersebut, ITM ini pun digelar sekaligus untuk memajukan industri wisata lokal yang dikelola oleh dan untuk masyarakat lokal. "Jangan sampai wisata di dalam negeri dikuasai oleh orang asing, seperti yang sudah terjadi di beberapa daerah," ujar Brahmantya.
Dukungan Pemerintah
Sempat berjalan sendiri para ITM 2014 lalu, akhirnya tahun ini ITM didukung oleh Kementerian Pariwisata. Sadar punya target kunjungan wisatawan yang tinggi, Kementerian Pariwisata pun mulai melakukan berbagai usaha untuk mencapainya, termasuk dengan mendukung terselenggaranya event operator perjalanan indie tersebut.
Pulau Komodo (Thinkstock) |
"Ini realitas, mereka sudah membuat pertumbuhan dengan membuat paket perjalanan dan mendapat respons. Banyak daerah baru yang belum dijual massal tapi mereka sudah mulai duluan," ujar Tazbir. "Idealnya pemerintah memberi dukungan dan tentunya ada aspek pembinaan juga."
Senada dengan Tazbir, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Putu Ngurah menekankan pameran ini menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisata dinnusantara di tengah maraknya promosi wisata luar negeri yang semakin bersaing.
"Kita tidak boleh mencegah orang keluar tapi setidaknya kita mengurangi. Menulis dan menjual ini salah satu hal yang luar biasa. Mudah-mudahan Pesona Indonesia akan berkibar di nusantara dan Wonderful Indonesia diketahui di dunia," kata Putu. (les/les)
Raja Ampat (Thinkstock/Velvetfish)
Pulau Komodo (Thinkstock)