Pola makan buruk, ditambah gaya hidup kurang aktif, membuat obesitas semakin tidak terkendali. Padahal, obesitas berasosiasi dengan banyak penyakit kronis, termasuk meningkatkan risiko serangan jantung serta pembuluh darah. Tidak ketinggalan peningkatan kecenderungan diabetes.
Namun, dibandingkan negara-negara lain di dunia, Amerika Serikat masih menjadi pemegang rekor penduduk obesitas tertinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam survei The National Health dan Nutrition yang diterbitkan baru-baru ini, departemen kesehatan Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa angka obesitas di negara adidaya tersebut naik menjadi 38 persen. Jumlah itu meningkat dari angka 35 persen pada 2012.
Sayangnya, penurunan tersebut belum berpengaruh banyak terhadap populasi secara keseluruhan. “Angka yang kami dapat sangat mengecewakan. Amerika harus melakukan banyak hal untuk menurunkan tingkat obesitas,” kata Marion Nestle, profesor kesehatan masyarakat dari New York University, dilansir New York Times.
Lebih lanjut, Nestle berharap gerakan reduksi makanan berkadar gula tinggi serta konsumsi soda bisa mengurangi tingkat obesitas pada orang dewasa.
Saat ini, warga AS berusia 40-59 tahun, sebanyak 40 persennya menderita obesitas. Diikuti dengan angka obesitas 37 persen pada kisaran usia 60 tahun ke atas. Sementara masyarakat usia produktif antara 20-39 tahun punya angka obesitas 32 persen. (les)