Dia menjadi penerima penghargaan penggiat pangan lokal pada pelaksanaan Konvensi Kopi, Teh dan Coklat Indonesia 2015 yang diselenggarakan di SMESCO, pekan lalu. Selain Rio Dewanto, nama-nama lain yang mendapat penghargaan dari acara yang didukung oleh Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Perindustrian tersebut antara lain, Tedja Wahyu, Tazbir, A. Syafrudin dan Coklat Bombana.
Rio Dewanto menuturkan bahwa Indonesia memiliki potensi kopi yang luar biasa besar. Lahan yang luas dan tanah yang subur membuat rasa kopi semakin kaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, Rio juga memberikan edukasi mengenai seluk-beluk kopi pada masyarakat melalui kedai Filosofi Kopi. Kedai itu juga yang membuat Rio semakin peduli pada para petani kopi.
“Semenjak memiliki kedai Filosofi Kopi, saya menjadi lebih peduli kepada petani Indonesia. Kalau kita lihat ke daerah penghasil kopi, sudah sangat sedikit generasi petani kopi,” tutur Rio.
Dia menambahkan, banyak anak petani kopi yang lebih memilih urbanisasi, nggak meneruskan menjadi petani kopi. “Saya juga ngerasa masih banyak banget permasalahan di perkebunan kopi di Indonesia. Saya ingin mendorong petani kopi Indonesia untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” lanjutnya.
(les)