IDF: 2040, Pengidap Diabetes Dunia 642 Juta Orang

Windratie, CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2015 07:44 WIB
IDF: 2040, Pengidap Diabetes Dunia 642 Juta Orang Ilusutrasi kota Singapura (tpsdave/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Singapura menduduki posisi kedua negara dengan prevalansi pengidap diabetes tertinggi di seluruh dunia, hampir sekitar 10,5 persen penduduk Negeri Merlion tersebut berperang melawan diabetes, berdasarkan data Federasi Diabetes International (IDF)

Sementara posisi pertama ditempati oleh Amerika Serikat. AS memiliki prevalansi diabetes tertinggi di antara semua negara maju di seluruh dunia, berdasarkan data IDF. Dilaporkan oleh organisasi kesehatan internasional tersebut, hampir 11 persen warga AS yang berusia antara 20 dan 79 tahun mengidap diabetes, yaitu sekitar 30 juta orang dewasa di seluruh AS.

Jumlah penderita dibetes tersebut menjadi masalah besar di AS. Para ahli mengatakan, tingginya jumlah pengidap diabetes di AS sebagian besar adalah pengidap diabetes tipe 2. Kondisi tersebut berhubungan erat dengan obesitas.


Petra Wilson, CEO IDF, meminta agar pemerintah melakukan tindakan, termasuk memberlakukan pajak pada makanan dan minuman tidak sehat untuk mengekang tingginya angka obesitas.

“Ketika tingkat diabetes tipe 2 meningkat di seluruh dunia, kita perlu tindakan pencegahan,” kata Wilson.

IDF meminta pemerintah setiap negara mencari jalan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, menerapkan kebijakan fiskal pada makanan tidak sehat, dan menggunakan pendapatan yang terkumpul untuk mencegah  dan mengelola semua jenis diabetes.

Di peringkat ketiga adalah Malta dengan sekitar sepuluh persen dari populasi negara, didagnosis mengidap diabetes.

Sementara pada kategori lain, Lithuania adalah negara maju dengan prevalansi diabetes terendah, hanya 4 persen. Inggris dan Irlandia, keduanya hampir 4,5 persen, dan Australia (5 persen), juga masuk dalam kategori sepuluh negara berkembang dengan prevalansi diabetes terendah.

Diperkirakan ada 415 juta orang di seluruh dunia mengidap diabetes pada 2015. Profesor Nam Cho, ketua komite IDF Atlas Diabetes mengatakan, prevalansi diabetes tipe 1 dan tipe 2 semakin meningkat di seluruh dunia.

“Kendati penyebab pasti diabetes tipe 1 saat ini tidak diketahui, tren pola makan tidak sehat dan aktivitas fisik yang berkurang semua berkontribusi terhadap gaya hidup tak sehat yang meningkatkan risiko diabetesa tipe 2.”

Menurut data, angka tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 642 juta pada tahun 2040. Para ahli mengatakan, sekitar 75 persen pengidap diabetes berada di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Selain Singapura, di Asia, China dan India memiliki total pengidap diabetes tertinggi, yakni 110 juta orang di China dan 69 juta di India.

Berikut sepuluh negara dengan prevalansi pengidap diabetes berusia antara 20 dan 79 tahun tertinggi di dunia.

1. Amerika Serikat: 10.75 persen
2. Singapur: 10,53 persen
3. Malta: 9,92 persen
4. Portugal: 9,86 persen
5. Republik Siprus : 9,55 persen
6. Andorra: 8,52 persen
7. Slovenia: 7,77 persen
8. Slowakia: 7,76 persen
9. Spanyol: 7,7 persen
10. Israel: 7,46 persen

Sepuluh negara dengan prevalansi pengidap diabetes berusia antara 20 dan 79 tahun terendah di dunia.
1. Lithuania: 3,97 persen
2. Estonia: 4,37 persen
3. Irlandia: 4,39 persen
4. Swedia: 4,7 persen
5. Luksemburg: 4,73 persen
6. Inggris: 4,73 persen
7. Australia: 5,06 persen
8. Belgia: 5,09 persen
9. Italia: 5,12 persen
10. Mesir: 5,16 persen

(win/utw)


ARTIKEL TERKAIT