“Lebih dari sepuluh persen perempuan pascamenopuase dilaporkan mengalami sedikitnya lima gejala vulvovaginal,” kata penulis utama penelitian Elizabeth A. Erekson dari Geisel School of Medicine di Darthmouth College, Hanover, seperti dilaporkan Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari separuh perempuan mengatakan mereka mengalami gejala vulvovaginal. Sebagian besar mengatakan, gejala tersebut menyebabkan masalah emosional atau berdampak pada gaya hidup mereka.
Sementara, tiga perempat dari peserta yang aktif secara seksual dengan pasangannya berkata, gejala-gejala tersebut menyebabkan masalah ketika berhubungan intim.
“Pelumasan vagina merupakan pengobatan paling sering dilakukan untuk gejala vulvovaginal,” kata Erekson. Dia mengingatkan agar perempuan berhati-hati dengan produk yang mereka pakai, dan berdiskusi tentang gejala dan produk tersebut dengan dokter mereka.”
Banyak produk gejala vulvovaginal menyebabkan reaksi alergi parah pada sebagian besar perempuan, ujarnya. Separuh dari perempuan dengan gejala vulvovaginal juga mengalami frekuensi buah air kecil sering, dan banyak di antaranya yang mengompol karena terdesak buang air kecil.
Turunnya panggul dan inkontinesia tinja (ketidakmampuan mengontrol buang air besar) juga sering terjadi pada perempuan pasca-menopause, kata tim peneliti melaporkan dalam jurnal Menopause.
(win/les)