Delapan Trik Sehari-hari untuk Otak Perkasa

Utami Widowati, CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2016 14:26 WIB
Delapan Trik Sehari-hari untuk Otak Perkasa Ilustrasi otak. (Thinkstock/Ivan Radovanovic/GettyImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ingin punya otak yang kuat dan ingatan yang perkasa? Menggunakan aplikasi di gadget bukan jawabannya. Mungkin Anda pernah dengar ada pengembang teknologi yang mengklaim bahwa produknya bisa memperbaiki kualitas otak. Jangan begitu saja percaya.

Karena ternyata ada cara-cara yang meski dianggap tradisional ternyata masih cukup efekif untuk mempertahankan kualitas otak. Bukan hanya otak cara-cara ini juga ternyata bisa melindungi jantung. Tambahan lagi ada penelitian ilmiah yang mendukung cara-cara ini.

Memang ilmu pengetahuan belum secara persis mengetahui bagaimana membebaskan otak dari tumbuhnya protein yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer.


“Namun perubahan gaya hidup bisa menjaga fungsi otak dalam tingkat yang cukup tinggi pada jangka waktu yang cukup lama dan ini cukup besar maknanya,” kata James Becker, profesor psikiatri dan ahli Alzheimer dari University of Pittsburgh School of Medicine.

“Jika kita bisa menahan seseorang untuk mengalami gejala masalah otak sampai 5 tahun lebih awal, maka separuh dari kasus demensia akan menghilang,” kata Becker.  “Jika kita bisa menahannya lagi sampai 10 tahun lebih awal, maka semua keluhan demensia akan hilang.”  

Dengan kata lain, jika kita bisa mencegah kemunculan gejala, maka besar kemungkinan kita akan meninggal dunia karena sebab lain bukan masalah kemunduran mental.

Berikut delapan trik untuk otak agar lebih lama terhindar dari gejala kemunduran fungsi otak.

1. Olahraga

“Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pengerahan tenaga untuk berolah raga justru bisa membantu melindungi sel otak,” kata Dr. Paul B. Rosenberg, profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Johns Hopkins University School of Medicine dan Johns Hopkins Bayview Medical Center seperti dikutip Today.

“Sepertinya latihan aerobik lebih baik dari latihan non-aerobik,” kata Rosenberg. Dia menyarankan pasiennya untuk minimum berlatih selama 30 menit dalam sehari.

Dalam penelitianya Rosenberg melibatkan 100 orang yang dipilih secara acak. Mereka berlatih aerobik dan perenggangan sebagaimana yang diminta oleh Rosenberg. Sang peneliti menemukan bahwa mereka yang rutin berolahraga, hippocampus di otak tumbuh lebih besar dalam jangka waktu setahun.

Sementara pada mereka yang tidak berolahraga, hippocampusnya menyusut.

2. Mengonsumsi minyak zaitun.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan awal tahun ini menemukan bahwa diet Meditteranea tak hanya bisa melindungi jantung tapi juga otak. Para peserta penelitian yang punya kebiasaan  makan beberapa sendok makan minyak zaitun setiap harinya, mendapatkan nilai yang lebih baik saat pengujian. Mereka juga cenderung berpikir dengan cepat.

3. Suka makan ikan.

“Makanlah ikan dua kali dalam sepekan. Ini akan memberikan efek positif pada struktur otak dan implikasinya pada penundaan gejala klinis masalah otak,” kata Becker.

Satu-satunya isu yang jadi kendala masalah ini adalah penelitian faktor gaya hidup itu hanya berupa observasi. Artinya peserta penelitian tidak secara acak mengikuti salah satu perilaku makan ikan saat penelitian ini dilakukan dalam periode tertentu. Peneliti hanya menghubungkan antara kesehatan kognitif dengan faktor gaya hidup tertentu. Artinya bukti yang dihasilkan tidak sekuat dugaan semula.

5. Sering menulis dan membaca

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurology yang diikuti oleh 294 warga senior selama enam tahun dengan pengujian fungsi kognitif setiap tahun menemukan mereka yang gemar membaca dan menulis punya kualitas ingatan yang lebih baik.

Ketika ada responden penelitian meninggal juga dilakukan otopsi untuk melihat kondisi otak. Memang tak ada pengaruh pada bentuk dan kondisi otak tapi kebiasan menulis dan membaca sangat kental pengaruhnya pada performa otak.

6. Hentikan minum alkohol

Hal ini sangat penting jika Anda adalah peminum berat dan seorang pria. Sebuah penelitian neurologi lain menemukan pria paruh baya yang mengonsumsi lebih dari dua setengah porsi minuman setiap hari akan kehilangan memorinya dalam jangka waktu enam tahun. Penelitian itu diikuti oleh 7.513 orang selama lebih dari 10 tahun dengan pengujian memori setiap 4 tahun sekali.

7. Kendalikan kadar gula darah.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa diabetes bisa menurunkan fungsi kognitif. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Annuals of Internal Medicine menemukan bahwa orang dengan diabetes atau bahkan pra-diabetes di usia 50 tahunan sangat mungkin mengalami kemunduran kognitif dibanding mereka yang punya kadar gula darah normal.  

8. Tetaplah sibuk

Berbagai penelitian yang menelaah soal apa yang disebut dengan Super Agers — yakni orang yang secara kognitif tetap tajam saat mereka memasuki usia senja — menemukan bahwa ada satu hal yang sama diantara mereka. “Mereka semua orang yang suka menyibukkan diri,” kata Sandra Weintraub, profesor neurologi, psikiatri, psikolog dan ahli neuropsikolgi dari Northwestern University’s Cognitive Neurology dan Alzheimer's Disease Center. “Mereka sedemikian gemarnya akan kesibukan sampai mau meluangkan waktu untuk mengikuti penelitian kami.”

“Memang beberapa di antara mereka ada yang merokok, minum alkohol, suka bersantai, beberapa lagi suka berolahraga, makan daging, dan sebagian lagi menjalankan diet Mediterania,” kata Weintraub.

(utw)