Bentuk Gelas Pengaruhi Rasa Wine

CNN, CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2016 18:22 WIB
Bentuk Gelas Pengaruhi Rasa Wine Berbagai bentuk gelas anggur yang menentukan cita rasa minuman anggur. (CNN.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sonic decanter, termometer anggur yang bisa membuat Anda menuangkan anggur tanpa membuka gabus botol anggur, sedang naik daun di kelangan penikmat minuman ini.

Aksesori mewah ini naik daun karena semakin banyak penikmat minuman anggur yang mencoba mencari cara lebih baik dalam menikmati minuman kesukaan mereka itu.

Tetapi James Molesworth, editor dari majalah Wine Spectator, mengatakan gawai-gawai mahal seperti itu pada umumnya tidak diperlukan.


“Kita hanya perlu botol penuang anggur sederhana, pembuka gabus dan gelas anggur,” katanya.

Gelas anggur berkualitas tinggi kini menjadi senjata restoran-restoran mewah dunia.

“Gelas itu mencerminkan pertumbuhan makan malam sebagai gaya hidup,” katanya seperti dikutip CNN.

“Itu bagian dari panggung dan ekspektasi untuk tingkat tertentu, dan di restoran bintang tiga. Ini sama seperti ketika Anda berharap dijamu dengan peralatan makan dan piring-piring yang mewah.”

Anggur Sama, Gelas Berbeda

Di luar faktor estetika, janji yang dituturkan oleh perusahaan gelas kelas atas seperti Riedel dari Austria adalah bahwa desain gelas bisa mengubah rasa anggur.

Sejak 1958, Riedel telah memproduksi gelas yang dirancang khusus untuk bisa mengapresiasi 300 jenis anggur dan jenis buah anggurnya.

Tujuannya jika Anda memiliki sebotol anggur Pinot Noir dan menuangkan ke beberapa gelas yang berbeda, rasa anggur itu akan berbeda sesuai dengan bentuk gelasnya.

“Gelas menjadi satu alat yang dibuat untuk mengatasi berbagai rasa yang ada di anggur, seperti buah, netralitas dan keasaman, dan menyeimbangkan semua itu,” kata Georg Riedel dari pabrik gelas tersebut.

Setiap gelas produksi Riedel harus mengikuti tiga parameter rancangan: ukuran, bentuk dan bibir gelas.

Ukuran akan bisa mengendalikan seberapa besar udara bersentuhan dengan anggur. Bentuk menentukan bagaimana cairan itu mengalir ke bibir gelas dan diameter bibir gelas mempengaruhi seberapa cepat anggur itu mengalir dan bagaimana anggur itu menyentuh langit-langit mulut.
Desain gelas anggur ternyata menentukan penguapan etanol yang terkandung dalam minuman anggur. (CNN.com)
Riedel mengatakan bahwa langit-langit mulut peminum anggur biasa pun bisa merasakan perbedaan rasa anggur.

“Manusia adalah kelompok mamalia dan memiliki otak. Kita secara alami menyukai sukrosa. Semakin manis sesuatu, kita akan semakin suka,” kata Riedel.

Dia menjelaskan, gelas bisa meningkatkan rasa pahit atau komponen asam yang ada pada anggur, sementara gelas yang memiliki rancangan bagus bisa memicu rasa buah-buahan yang ada dalam anggur.

Apakah Bentuk Gelas Berpengaruh?

Sementara rasa adalah pengalaman pribadi, para ilmuwan di Institute of Biomaterials and Bioengineering di Universitas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Tokyo, baru-baru ini ikut terlibat dalam perdebatan ini.

Dengan mempergunakan alat yang disebut sebagai kamera perasa atau sniff-cam, Profesor Kohji Mitsubayashi dan timnya memetakan distribusi etanol yang menguap dari berbagai bentuk gelas.

Pada satu bagian studi digunakan tiga jenis gelas yaitu satu gelas anggur standar, gelas lurus dan gelas cocktail.

Ketika ketiga gelas itu dituang anggur dalam jumlah berbeda pada suhu 13 derajat Celcius, gambar dari sniff-cam memperlihatkan ada pola penguapan berbentuk lingkaran di pinggiran bibir gelas anggur.

Mitsubayashi menjelaskan bahwa pola berbentuk lingkaran ini membuat peminum anggur lebih menyukai anggur itu tanpa mencium bau etanol, yang menyerupai bau yang ada pada vodka.

Gangguan yang ditangkap sniff-cam ini memperlihatkan penguapan etanol berintensitas tinggi pada dua gelas lainnya.

“Bentuk gelas anggur memiliki disain yang canggih dan memiliki fungsi untuk merasakan dan menikmati aroma anggur,” tulis laporan penelitian ini.

Bukan Kejaiban

Jadi apakah seluruh penggemar anggur harus segera membeli gelas anggur yang berharga mahal itu?
Percobaan anggur dengan sniff-cam menunjukkan pola pelepasan etanol. (Dok. Mitsubayashi Lab/Tokyo Medical and Dental University)

“Kami tidak pernah akan mengatakan, ‘ini cara yang salah untuk meminum sesuatu.’ Anggur diciptakan untuk dinikmati,” kata Georg Riedel.

Tetapi dia memandang bahwa peminum anggur “kehilangan sesuatu” karena kebanyakan dari mereka tidak mengkonsumsi minuman ini dengan gelas berbeda ketika membuka botol anggur.

“Menurut saya setiap orang yang pernah meminum anggur dengan gelas berbeda bentuk akan yakin bahwa mereka mengkonsumsi anggur lain. Dari situ, tinggal pilih yang paling disuka dan ini akan membuktikan bahwa satu bentuk gelas tertentu bisa mendorong komponen-komponen anggur bereaksi lebih baik dari gelas bentuk lain,” katanya.

“Tentu saja, bentuk gelas tidak akan bisa mengubah anggur tak enak menjadi enak. Kami tidak bisa menciptakan keajaiban.”

Sumber: https://edition.cnn.com/2016/01/18/luxury/riedel-design-wine-glasses/index.html
(yns)