RSCM Cangkok Ratusan Ginjal Sepanjang 2015

Resty Armenia, CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2016 07:03 WIB
RSCM Cangkok Ratusan Ginjal Sepanjang 2015 Ilustrasi operasi transplantasi ginjal. (Xurxo Lobato/Cover/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Czeresna Heriawan S, menyebutkan bahwa terjadi peningkatan jumlah operasi tranplantasi ginjal pada tahun 2015 dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"(Jumlah operasi transplantasi ginjal yang dilakukan) meningkat. Yang terakhir, 2015 itu ada sekitar 120 lebih," ujar Czeresna di RSCM Kencana, Jakarta Pusat, Kamis (4/2).

Czeresna mengaku tak tahu angka persisnya, namun sekitar 30 persen dari seratusan permintaan operasi tersebut ditolak oleh pihak rumah sakit karena tidak memenuhi prosedur ketat operasi transplantasi ginjal.


Ia menyebutkan, untuk melakukan operasi transplantasi ginjal, seorang pasien harus rela merogoh kocek sedalam Rp300-400 juta, tergantung kondisi, besar tubuh, riwayat kesehatan, serta berat badan yang dimiliki pendonor dan penerima donor.

Dana tersebut, papar Czeresna, digunakan untuk membayar biaya keperluan operasi, seperti listrik, air, gas medis, alkohol, obat, dan berbagai macam zat. "Itu memang ada unit cost resmi yang harus diadakan. Itu memang harus dibeli," katanya.

Czeresna bercerita, pada tahun 2013 lalu RSCM pernah melakukan operasi transplantasi ginjal kepada beberapa pasien secara gratis, namun ia meyakinkan bahwa tidak ada komersialisasi ataupun transaksi jual beli dalam kegiatan itu.

Selain itu, RSCM juga tidak pernah ikut campur mencarikan pendonor ginjal kepada pasien yang membutuhkan ginjal. Ia menekankan, rumah sakit hanya bertugas untuk mengawal ketat proses pengobatan agar pasien dapat segera sembuh dari penyakitnya.

"Masalah diperjualbelikan itu sama sekali bukan masalah rumah sakit. Kalau ada orang berobat ke rumah sakit, kami lakukan pengawalan ketat supaya dia baik. Itu saja," ujarnya. (les)