Seperti yang dialami Zoey Hardcastle, seorang warga Wakefield, West Yorkshire, Inggris, seorang ibu dari anak berkebutuhan khusus bernama Caleb Kutt. Selama ini dia mengaku kesulitan untuk menemukan busana yang cocok dengan kebutuhan anaknya yang berusia tiga tahun itu.
Hal itu dikarenakan, Caleb mengidap penyakit dystonic quadriparesis cerebral palsy atau dengan istilah yang mudah dimengerti adalah lumpuh otak. Penyakit ini membuatnya tak mampu untuk duduk, berdiri, dan berjalan seperti anak-anak lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika Anda membeli bodysuits bayi dari toko high-street, mereka menjualnya sekitar 12 pounds (sekitar Rp231ribu) per satu baju," tutur Zoey pada BBC.
Akhirnya, dia bersama nenek Caleb, Rita berusaha mencari baju yang cocok dengan kebutuhan anak laki-laki tersebut. Mereka menghubungi pihak retail busana dari Inggris, Marks & Spencer untuk memertimbangkan pembuatan busana khusus untuk anak berkebutuhan khusus seperti Caleb.
Ternyata, permintaan tersebut pun disambut baik oleh pihak M&S. Mereka mengaku terinspirasi dari kondisi Caleb.
"Kami selalu mendengarkan pelanggan kami dengan cermat dan tim pakaian anak kami bekerja dengan cara konsultasi pada pelanggan dan keluarga lainnya. Kemudian diadaptasi ke beberapa produk pakaian anak kami untuk memenuhi kebutuhan mereka," ujar juru bicara M&S dikutip Daily Mail.
Pihak M&S pun aktif mengirimkan contoh-contoh pakaian yang akan diproduksi untuk Caleb untuk mencobanya kemudian memberi tanggapan tentang pakaian tersebut.
Berbeda dengan toko baju lain yang diakui Zoeyy menjual busana khusus tersebut dengan harga 12 pounds, M&S akan menjual produk barunya tersebut dengan harga lebih murah, yaitu antara 3 pounds (Rp57ribu) dan 7 pounds (Rp135ribu).
Tak disangka, ketika Ibu Caleb, Zoey mencoba untuk membeli pakaian tersebut secara online, pakaian tersebut terjual habis. Dia pun berpikir itu bagus, karena menunjukkan permintaan pasarnya besar. (meg)