Kegiatan ini juga dihadiri Perwakilan Kementerian Pariwisata Transportasi dan Metereologi, Mr Francois Randrianamhandry, seperti yang disampaikan oleh KBRI Antananarivo melalui keterangan resmi yang dikutip oleh Antara pada Selasa (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artanto menyampaikan latar belakang letak strategis Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika serta 30 Ikon Makanan Nusantara, di antaranya Nasi Tumpeng yang mempunyai kedalaman makna budaya.
Ia juga memperkenalkan organisasi gastronomi di Indonesia, yakni Assosiasi Gastronomi Indonesia (IGA).
Dalam kesempatan itu, pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI Antananarivo memperkenalkan kuliner khas Indonesia, yakni Kue Lumpur, Nagasari Yogyakarta, Lumpia Semarang serta makanan olahan dari kedelai, yakni Tempe dan Juice/Susu Kedelai.
KBRI Antananarivo kemudian menyerahkan Kamus Bahasa Indonesia-Malagasy edisi ke-3 dan menyatakan akan membuka kesempatan bagi yang ingin belajar bahasa dan tarian Indonesia di KBRI.
(ard/antara)