Tapi bukan berarti sarapan, atau tidak, akan menentukan bertambah atau berkurangnya berat badan, ujar seorang ilmuwan seperti diberitakan The Independent.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, dia tidak menemukan bahwa orang yang sarapan pada akhirnya bisa turun berat badan.
Betts mengatakan, terdapat sangat sedikit bukti ilmiah bahwa sarapan dapat meningkatkan kesehatan seseorang.
“Berdasarkan bukti terbaru, sarapan tidak akan membuat Anda turun berat badan, dan melewatkan sarapan tak akan membuat Anda bertambah berat badan,” ujarnya.
Dalam sebuah wawancara dengan New Scientist, dia menyebut bahwa keuntungan utama sarapan, “meskipun terdengar logis, sebagian besar asumsi berdasarkan studi observasional dan tak pernah benar-benar diuji.” Meski bukti tersebut tidak seilmiah yang Betts harapkan tetap saja masih lebih baik sarapan ketimbang tidak.
Bahkan sebenarnya, menurut studi terbaru, anak-anak cenderung kelebihan berat badan jika mereka tidak sarapan – dan dua kali sarapan malah lebih baik ketimbang tidak sarapan.
Menyiapkan sarapan pun tak serumit yang ditakutkan. Padu padan sederhana berikut contohnya, agar Anda dapat memulai pagi dengan sarapan sehat:
1. Menu klasik roti panggang, telur mata sapi, dan sosis.
2. Daging panggang, pastel tutup, telur mata sapi, dan muffin.
3. Pancake dan telur.
4. Omelet komplit dan telur rebus.
5. Omelet keju, salmon panggang, dan wafel.
6. Smoothie, wafel, telur mata sapi, keju
(sil)