Berikut latar belakangnya, seperti diberitakan Food and Wine:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah kapal selam Jerman, yang mengira kapal itu mengantar peralatan perang, menembak kapal Swedia itu, kemungkinan menggunakan dinamit atau senapan. Torpedo pada masa itu belum digunakan untuk penyerangan semacam ini.
Jönköping pun tenggelam dan bersemayam di dasar Laut Baltik selama delapan dekade hingga ditemukan penyelam pada 1997.
Tak ada perhiasan atau koin yang diambil. Kendaraan laut tersebut penuh dengan minuman keras berharga, di antaranya 4.400 botol sampanye Heidesieck Monopole "Goût Americain" 1907 yang dimaksudkan untuk pasukan tentara Rusia.
Sembilan belas tahun kemudian, satu botol yang tersimpan dengan baik di jalur pelayaran penting itu terjual, yakni dari koleksi Pierre Bergé, partner sekaligus co-founder Yves Saint Laurent, dengan harga yang jauh melebihi perkiraan.
Seperti botol lainnya yang berasal dari kapal karam, rasa sampanye ini enak, tanpa ciri rasa bahwa botol tersebut tersimpan di dasar laut.
Dalam sebuah deskripsi tentang isi botol lain, dari peti yang sama, seorang taster yang beruntung mencatat bahwa labelnya sudah lenyap, foil-nya masih ada, sampanye itu "fantastically youthful," "sangat ringan," "luar biasa anggun" dengan “sedikit manis,” “aroma toasty yang lahir dari kemahiran yang sempurna.”
Kita dapat melihat botol sampanye itu lecet, masih bersegel, diletakkan di tempat lelang Pierre Bergé.
(sil)