Festival Jailolo Bangkitkan Kembali Kejayaan Pulau Rempah

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 19/04/2016 12:30 WIB
Festival Jailolo Bangkitkan Kembali Kejayaan Pulau Rempah Pemandangan di Jailolo (Detikcom/Afif)
Jakarta, CNN Indonesia -- Festival Teluk Jailolo (FTJ) akan kembali diselenggarakan di Jailolo, Halmahera Barat pada 2-7 Mei mendatang. Kali ini, FTJ akan mengangkat tema Pesona Budaya Kepulauan Rempah.

Wagub Maluku Utara M. Natsir Thaib dan Bupati Halmahera Barat Danny Missy mengatakan tujuan penyelengaraan FTJ adalah untuk menumbuhkan dan mengukuhkan kembali identitas Halmahera Barat sebagai daerah yang kaya. Kekayaan ini tercermin dalam sumber daya alam dan sumber daya budi.

"Inilah yang menjadi daya dorong dalam membangun pariwisata terintegrasi berbasis pelestarian budaya dengan akar sejarah kejayaan Kepulauan Rempah Moloku Kie Raha," kata Natsir Thaib dalam konferensi pers FTJ melalui pernyataannya.


Tema tentang rempah ini diambil dengan tujuan untuk mengangkat kembali popularitas Moloku Kie Raha (Jailolo, Bacan, Ternate dan Tidore). Moloku Kie Raha ini pernah tercatat dalam sejarah dunia sebagai penghasil rempah terbaik pada abad XV-XVIII.

"Popularitas Moloku Kie Raha sejak abad XV tersohor ke seluruh dunia sebagai kepulauan penghasil rempah terbaik dunia. Ini bisa menjadi branding untuk mendongkrak pariwisata Maluku Utara," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengungkapkan bahwa pariwisata Maluku Utara memiliki prospek yang cerah. Hal ini sejalan dengan meningkatnya fasilitas aksesibilitas, amenitas dan atraksi wisata di tempat tersebut. "Pemerintah telah menetapkan wilayah Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, industri perikanan dan logistik, pembangunan fasilitas infrastruktur, amenitas, dan atraksi di sana akan lengkap," katanya.

Natsir Thaib menambahkan, kejayaan masa lalu sebagai bagian dari kepulauan rempah ini memiliki komoditas utama antara lain pala, cengkeh dan kopra. Bukan cuma mengandalkan wisata rempah, FTJ ini juga akan menghadirkan kuliner khas Halmahera Barat.

"Beberapa desa wisata juga telah menyiapkan paket wisata bernuansa petualangan rempah-rempah antara lain desa wisata Gamtala, Guaeria, dan Bobanehena," katanya.

FTJ ini diharapkan bisa menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain itu, Bupati Halmaera Barat Danny Missy juga berharap untuk bisa menarik minat investor agar bisa berwisata menikmati wisata sejarah, budaya, alam sekaligus melirik potensi bisnis di tempat ini.

Penyelenggaraan FTJ akan diramaikan dengan rangkaian acara antara lain, ritual budaya, atraksi budaya, gelar seni budaya Moloku Kie Raha serta Sasadu On The Sea sebagai puncak acara. Sasadu On The Sea adalah pertunjukkan kontemporer yang memadukan unsur tarian tradisional dengan musik, drama dan koreografi yang berakar pada kebudayaan masyarakat Jailolo. Sasadu ini ditampilkan di panggung yang dibangun di atas laut.

(chs)