Hobi Berkuda Bisa Kuras Tabungan Hingga Ratusan Juta

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Minggu, 08/05/2016 08:02 WIB
Hobi Berkuda Bisa Kuras Tabungan Hingga Ratusan Juta Ilustrasi. ( ANTARA FOTO/Jojon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berkuda adalah salah satu jenis hobi yang umumnya dilakukan oleh kalangan masyarakat menengah ke atas. Banyak yang mengira predikat mahal yang dimiliki oleh berkuda karena harga kuda yang selangit. Namun ternyata nilai istimewa kuda tidak berhenti pada label harga tersebut.

"Kalau kuda yang bagus seperti apa, itu tergantung kebutuhan masing-masing dan tingkatannya. Tidak bisa disamakan kuda untuk bersantai dengan lari," kata Rafiq Hakim Radinal, seorang pengusaha dan pehobi berkuda ketika berbincang dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

"Kuda Qatar itu bisa seharga 6 juta Euro per ekor," kata Rafiq.


Bila mengacu dengan kurs 1 Euro setara dengan Rp15 ribu, maka kuda kualitas premium dari Qatar tersebut berkisar Rp90 Miliar. Kuda dari Qatar memang telah dikenal sebagai salah satu jenis kuda yang masuk kategori terbaik untuk pacu, dan menjadi salah satu kuda termahal di dunia. 

Di tempat lain, atlet berkuda Pekan Olahraga Nasional, Anto Budiarto, mengungkapkan harga kuda yang dapat mencapai ratusan juta rupiah.

"Biasanya Rp200 juta ke atas. Namun semurah-murahnya ada yang Rp30 juta per ekor," kata Anto.

Tak hanya membutuhkan uang yang sangat besar untuk membeli kuda, biaya untuk memelihara kuda ternyata kian membuat pehobi harus merogoh kocek dalam-dalam.

Pembelian pakan, perawatan, pelatihan, kesehatan dan juga kandang menjadi hal yang perlu dipenuhi.

Biaya pakan sendiri tergantung pada aktivitas kuda tersebut. Kebanyakan kuda equestrian dengan standar internasional akan menggunakan rumput khusus yang diimpor.

Rafiq mengatakan, kualitas rumput di Indonesia kurang baik bagi kuda atlet karena bnyak mengandung senyawa yang dapat menyerap kalsium kuda sehingga mengalami pembengkokan kaki.

Namun pakan kuda dalam kemasan juga tersedia banyak di pasaran. Setidaknya pakan ini dapat diperoleh seharga kisaran Rp400 ribu per kantong yang biasanya berukuran 50 kilogram.

Konsumsi kuda per hari idealnya adalah 2,5 persen dari berat badannya, atau sembilan kilogram per hari. Berarti secara hitungan kasar, butuh Rp2,1 juta per bulan hanya untuk pakan kuda.

Selain soal pakan, menurut Denny Sapto, peminat berkuda yang juga lulusan Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, memerhatikan kondisi kesehatan kuda tak cuma dilakukan dengan pemberian pakan. Asupan vitamin setiap dua pekan sekali atau pemberian sumplemen energi juga harus disiapkan.

"Kalau obat rutin sebenarnya murah, tidak sampai Rp1 juta per ekor per bulan. Kalau hewannya sehat, malah biaya untuk kesehatan kuda bisa sangat diminimalisir," kata Denny.

Selain pakan dan vitamin, hal lain yang juga biasanya diperhatikan oleh para penggemar olahraga berkuda adalah tempat merawat kuda alias kandang.

Kondisi kandang dianggap dapat mempengaruhi kuda itu sendiri. Bila tak memiliki lahan yang cukup, maka bersiaplah untuk mengeluarkan uang untuk penyewaan kandang. Harganya cukup beragam yakni kisaran Rp4-6 juta per bulan. (meg/meg)