Ilmuwan dan aktivis menemukan solusi mudah dan sederhana untuk mengatasi masalah tersebut, yakni panci dari besi tuang, seperti diberitakan Food and Wine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena besi larut dalam asam, menyiapkan makanan yang mengandung asam, seperti tomat, akan mentransfer besi ke dalam makanan dalam jumlah besar. Hal sama juga terjadi jika memasak di dalam air, dibanding menggoreng di dalam minyak.
Sara Haas, jurubicara Academy of Nutrition and Dietetics, mengatakan saat ini besi tak dapat diandalkan mereka yang kekurangan zat besi, meski besi yang dimasukkan ke dalam makanan dapat menjadi “cara yang baik” untuk menambah kadar mineral seseorang.
Hasilnya, panci bukan satu-satunya alat masak yang dapat memperbaiki kadar zat besi mereka.
Sebuah studi baru-baru ini terhadap perempuan pedesaan Kamboja menemukan bahwa besi berbentuk ikan yang ikut direbus di dalam sup membuat tingkat anemia pada para perempuan itu turun.
Hasilnya, yang dipublikasikan di jurnal Tropical Medicine and Surgery, menunjukkan bahwa setelah menggabungkan ikan besi ke dalam masakan mereka selama setahun, kadar konsentrasi hemoglobin dalam darah partisipan naik, dan prevalensi anemia turun hingga 46 persen.
Kini ikan tersebut, yang dibuat Lucky Iron Fish Inc. di Kanada, tersedia online dengan harga US$25. Perusahaan menyumbangkan sebagian hasil dari setiap ikan yang terjual, untuk masyarakat yang membutuhkan. (sil)