Tapi, tahukah Anda, dulu minuman kola dibuat menggunakan kokain?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi kemudian, Pemberton mengganti formula tonik tersebut, menghilangkan wine dan memasukkan gula sebagai gantinya. Perubahan formula di tahun 1891 itu menjadi cikal-bakal popularitas Coca-Cola.
Meksipun demikian, dua bahan utama Coca-Cola tetap dipertahankan. Hanya saja, di tahun 1904, Pemberton tidak lagi menggunakan daun koka segar, melainkan ekstrak yang tidak lagi mengandung alkaoid kokain. Sebelumnya, di setiap satu ons sirup kola, mengandung 1/400 gram kokain.
Kandungan kokain itu kemudian sama sekali dihilangkan dari minuman tersebut pada 1929.
Soal risiko kecanduan kokain dari minuman kola, the Coca Cola Company mengatakan meminum kola, kendatipun dengan kandungan daun koka di dalamnya, tidak akan menimbulkan kecanduan. Pasalnya, daun koka mengandung alkaloid kokain yang sangat rendah, yakni antara 0,25-0,77 persen.
Dengan kata lain, mengunyah daun koka atau meminum ekstrak daun tersebut, tidak akan memicu eforia, megalomania dan depresi, seperti yang dialami para pecandu kokain. (les)