Bukan dari Amerika atau Belanda, Donat Berasal dari Inggris

Megiza, CNN Indonesia | Jumat, 03/06/2016 12:17 WIB
Seorang istri Baron dari Hertford, Inggris, diyakini sebagai wanita yang mempunyai resep donat pertama kali. Ilustrasi. (Thinkstock/Design Pics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Orang Amerika mengatakan sebagai penemu donat, namun orang Belanda tak setuju dengan hal itu. Mereka mengklaim, makanan roti goreng empuk dan manis dengan lubang di tengahnya adalah milik mereka.

Namun kini, agaknya keduanya salah, karena donat sebenarnya diciptakan oleh orang Inggris. Resep donat pertama kali memang disebut-sebut berasal dari seorang warga Amerika bernama Hanson Gregory pada tahun 1847.

Dia mengklaim bahwa menemukan makanan itu saat di atas kapal dagang, ketika berusia 16 tahun.


Tetapi hal itu terbantahkan karena sebuah dokumen yang menunjukan resep donat telah dibuat sejak tahun 1800. Resep itu dibuat oleh istri seorang dokter dari Hertford, Inggris.

Resep milik istri seorang baron bernama Elizabeth Dimsdale itu didapati dari seorang juru masak bernama Nyonya Fordham di Hertford. Bukan donut ataupun doughnut, penulisan kue roti goreng ini kala itu adalah 'dow nut'.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat dow nut di antaranya gula, telur, pala, mentega dan ragi, yang semuanya itu dicampur menjadi adonan yang kemudian digulung dan dipotong-potong.

Potongan adonan itu kemudian digoreng dan dilumuri gula halus dan digoreng kembali hingga mengambang.

Buku resep milik Dimsdale yang berusia 213 tahun itu kemudian ditemukan oleh sejarawan bernama Heather Falvey. Dia menemukannya setelah mengumpulkan informasi dari sejarawan makanan Amerika.

Istri Thomas Dimsdale itu menyusun 700 resep. Falvey, yang juga tercatat sebagai sejarawan dari Hertfordshire Record Society, percaya meski kemungkinan ada margin kesalahan delapan tahun, sang Baroness dapat mengklaim sebagai ratu donat.

"Sejarawan kuliner Amerika membuat konklusi bahwa donat berasal dari Hertfordshire, dan tercatat ditemukan pertama kali pada tahun 1810," kata Falvey seperti dikutip dari Daily Mail.

Dia menambahkan, sang Barones tak menjabarkan dengan detil tentang siapa Nyonya Fordham yang memiliki resep itu.

"Tidak jelas resepnya dari mana, itu yang membuat frustrasi. Namun terlihat bahwa dia mulai menulis setelah tahun 1800an, dan catatan terakhirnya yaitu pada tahun 1808," katanya. "Dia juga tidak memberikan instruksi untuk membuatnya."

Falvey juga mengatakan, dari resep yang dibacanya dia telah mencoba untuk membuat donat. Menurutnya, hasilnya tidak mengecewakan. Kini, catatan dari keluarga Barones itu telah diserahkan kepada Hertfordshire Record Society.


(meg/meg)