Teknologi Digital Bantu Perkembangan Mode Muslim

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 16/06/2016 12:32 WIB
Teknologi Digital Bantu Perkembangan Mode Muslim Tak hanya menjadi media untuk mempromosikan karya, namun kecanggihan teknologi juga dimanfaatkan untuk menggali inspirasi dari belahan dunia lain. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesatnya perkembangan teknologi dan internet ternyata membawa banyak pengaruh bagi para penikmat dan pelaku mode muslim Indonesia. Salah satunya adalah membantu penyebaran tren mode berhijab. Mulai dari tutorial pasang hijab hingga urusan bisnis.

"Teknologi berpengaruh sekali terhadap mode. Dulu, desainer butuh bertahun-tahun untuk dikenal, saat ini cepat sekali untuk dikenal," kata desainer busana muslim, Restu Anggraini, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

"Teknologi bantu sekali untuk promosi. Kalau punya produk dan bakat pada akhirnya harus tetap dipromosikan," ujarnya.


Restu adalah salah satu desainer yang kecipratan efek dari kemajuan teknologi dalam komunikasi. Namanya belum dikenal publik hingga dia lulus dari program inkubasi mode Indonesia dengan Inggris, Indonesia Fashion Forward.

Setelahnya, dia mulai dikenal sebagai desainer baju muslim dengan ciri khas pattern pada kain dan tampilan minimalis. Namanya semakin menjadi perbincangan publik ketika ia sukses membawa hijab di runway Tokyo Fashion Week 2015. Mode pakaian ala Restu pun mulai diikuti banyak pengguna hijab di Indonesia.

Restu Anggraini, salah satu desainer muslim saat ditemui pada peluncuran koleksi Takeo RA by Restu Anggraini di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/6). (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Restu bukan hanya mengakui internet dan era digital saat ini sebagai pendompleng dikenalnya ia oleh masyarakat Indonesia dan dunia, tetapi juga membantu ia dalam menemukan inspirasi. Kini, dalam hitungan detik, ia dapat melihat karya desainer lainnya melalui internet seusai peragaan mode di belahan dunia lain.

"Teknologi juga sangat berpengaruh pada tren.Misal ada sebuah pakaian yang sebenarnya biasa saja namun karena semua orang di internet memakai itu, jadinya semua ikut," kata Restu.

Perkembangan teknologi bukan hanya melahirkan desainer 'era digital' seperti Restu Anggraini dan Dian Pelangi yang berjarak jauh dengan angkatan Biyan atau Musa Widyatmodjo, namun juga menghadirkan 'desainer digital' seperti blogger mode.

Pengguna blog atau blogger yang mendedikasikan diri dalam mode semakin menjamur seiring dengan perkembangan internet. Bahkan labih jauh lagi, ketika media sosial untuk memamerkan foto seperti instagram muncul, hadirlah selebgram yang merupakan gabungan dari kata 'selebritis' dan 'instagram'.

Intinya, selebgram menjadi 'artis' baru di media sosial yang diamati dan juga diikuti tingkah lakunya, termasuk urusan mode hijab.

Seperti yang dirasakan oleh blogger mode Sarah Sofyan dan Suci Utami saat ditemui CNNIndonesia.com, dalam kesempatan yang sama. Keduanya adalah blogger mode hijab yang kemudian juga memiliki butik. Saking terkenalnya mereka dengan blog dan gaya berpakaian yang mereka ciptakan, keduanya sudah memiliki pembaca dan 'pengikut' sendiri.

Berawal dari hobi dan kesepian saat tinggal di Malaysia, Suci mencurahkan ide dan kesukaannya terhadap mode berkerudung dalam blog pribadinya. Ternyata, cara berhijab miliknya disukai banyak orang. Berawal dari itulah, blog Suci semakin berkembang bahkan kini menyangkut urusan keluarga dan gaya hidup.

"Sebenarnya instagram itu baru-baru ini, sedangkan blog sudah lebih lama. Dan memang sejak ada instagram, pembaca blog jadi menurun. Namun menurut saya blog tetap menjadi media yang lebih personal karena lebih banyak info untuk dibagi dibanding instagram," kata Suci. "Memang instagram secara massa lebih banyak namun dampaknya masih lebih kuat blog,"

Manfaat perkembangan teknologi digital seperti blog dan instagram yang dapat memengaruhi mode seseorang juga diakui oleh Saraf Sofyan. Blogger yang sering disapa Sarsof itu mengakui teknologi berperan dalam perkembangan tren, termasuk perubahannya.

Sarah juga termasuk desainer yang memanfaatkan keberadaan blog dan instagram dalam mempromosikan produknya. Sarah menggunakan instagram sebagai 'katalog digital' dan blog sebagai panduan atau tutorial pemberi tips menggunakan hijab alanya sendiri.

"Saya buat blog itu supaya katalog yang saya buat dapat dipahami oleh pelanggan, makanya saya buat tips," kata Sarah. "Alhamdulillah yang paling sering dilihat itu justru tips memadu padan dan yang seperti keseharian." lanjutnya.

Namun seperti cepatnya tren berkembang seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan dalam tren juga berlangsung sangat cepat. Menurut Sarah, di posisi seperti ini dituntut kecerdasan pengguna untuk memilah dan memilih mode yang tepat digunakan sesuai kondisi tubuh dan gaya pribadi seseorang.

Kini, wanita berhijab di Indonesia semakin bertumbuh seiring dengan aktifnya para blogger dan selebgram mode hijab memamerkan kreasi mereka. Bertumbuhnya wanita berhijab di Indonesia pula yang akhrinya melahirkan komunitas Hijabers Community.

Komunitas ini bermula dari perkumpulan 20 desainer muslim seperti Dian Pelangi dan Jenahara yang kemudian disusul bergabungnya para 'pengikut' mereka dari instagram. Putri Dwiandari, public relation Hijabers Community mengatakan setidaknya kini ada 5000 anggota komunitas tersebut, dan semuanya berasal dari media sosial internet.

"5000 itu yang anggota resmi. Kalau di instagram sudah 76 ribu follower. Pertambahannya cepat sekali, enam tahun ada, setiap tahun bisa tambah 1000 anggota baru," kata Putri. "Bahkan seperti kami mengadakan acara festival beberapa hari kemarin, yang datang 4000 orang per harinya dan pasti tertarik pada awalnya karena fashion."


(meg)


BACA JUGA