Tak Peduli Kritik, Yulin Tetap Gelar Festival Makan Anjing

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 22/06/2016 07:22 WIB
Tak Peduli Kritik, Yulin Tetap Gelar Festival Makan Anjing Kendati dikritik warga internasional, Festival Daging Anjing di Yulin, China tetap digelar tahun ini. (Reuters/Kim Kyung-Hoon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak peduli dengan kritik internasional, kota Yulin di China tetap melangsungkan festival daging anjing yang dimulai pada Selasa (21/6) waktu setempat.

Melansir Reuters, persiapan sudah dimulai sejak Senin (20/6). Sebanyak lebih dari 10 ribu anjing dan kucing berusia 10-12 bulan siap dijagal untuk kemudian disantap oleh peserta festival tersebut.

Sejak beberapa hari lalu, di sudut-sudut jalan Yulin telah penuh berbagai pedagang daging kaki lima yang bersiap untuk menyajikan daging anjing untuk dijualbelikan.


Berbagai jenis anjing sudah terkurung di dalam kandang mereka dan siap dijual sekitar US$13 atau Rp173 ribu per kilogram. Para anjing tersebut dikandangkan berjejalan bahkan bersamaan dengan hewan lain seperti kucing.

Festival ini sudah mengundang berbagai kritik baik dari aktivis hak asasi hewan ataupun pecinta binatang, bukan cuma dari Beijing namun hingga seluruh dunia.

Para penentang kegiatan ini sempat membuat petisi daring bertanda tangan hingga 11 ribu untuk menghentikan festival tersebut. Petisi tersebut diserahkan kepada pemerintah China di Beijing.

Bahkan beberapa organisasi penyayang hewan telah melakukan berbagai aksi guna menyelamatkan anjing yang akan disembelih. Salah satunya Humane Society Internasional yang telah menyelamatkan 34 hewan, termasuk anjing dan kucing, dari rumah pemotongan hewan Yulin.

Mengingat protes dan kecaman yang datang, pihak penyelenggara menempatkan banyak petugas keamanan di setiap sudut kota, terutama lokasi penyelenggaraan festival.

Beberapa restoran juga tercatat telah menghapus menu berdaging anjing dari daftar kuliner mereka. Namun, mereka menolak berkomentar untuk penghentian menu tersebut.

Pihak pemerintah Yulin mengelak mereka mendukung acara kontroversial tersebut. Menurut pihak pemerintah, festival itu tidak didukung oleh pemerintah dan dilaksanakan oleh pihak swasta.

Bagi kepercayaan setempat, konsumsi daging ajing diyakini membawa manfaat tertentu, terutama di musim panas. Adapun tradisi mengonsumsi anjing sudah ada di kawasan Asia Timur sejak 500 tahun lalu, namun festival di Yulin ini baru berlangsung beberapa tahun terakhir.

Seperti yang dilansir XinHua, sebagian masyarakat China juga tidak menyukai keberadaan festival ini. Menurut survei yang dilakukan media lokal tersebut, sebanyak 64 persen responden usia 16-50 mendukung penutupan festival daging anjing Yulin.

[Gambas:Youtube] (les)