Bahaya Polusi dalam Rumah Tanpa Ventilasi

Vega Probo, CNN Indonesia | Rabu, 22/06/2016 18:56 WIB
Dengan keadaan rumah lebih bersih dan kualitas udara dalam rumah lebih baik, maka tubuh para penghuni pun lebih sehat. Ilustrasi rumah berventilasi baik. (HobokenHome7/Pixabay)
Singapura, CNN Indonesia -- Berbeda dengan rumah konvensional, kebanyakan rumah modern dibangun tanpa ventilasi udara. Sebagai penggantinya, dipasang alat pendingin udara (AC) di hampir tiap ruang. Tanpa disadari, bahaya mengintai di rumah tanpa ventilasi.

“Rumah tanpa ventilasi menghambat sirkulasi udara,” kata Dr. Ong Kian Chung, Respiratory Specialist Mount Elizabeth Hospital, kepada awak media di Aliwal Arts Center, Singapura, pada Selasa (21/6). Padahal di rumah ada polutan, macam asap rokok dan lilin, debu mebel, semprotan deodoran dan antiserangga.

Berbagai macam polutan tersebut, menurut sang dosen National University of Singapore, memperburuk kualitas udara dalam rumah. Hal ini tentu saja sangat membahayakan kesehatan mengingat manusia memerlukan oksigen—gas—untuk bernapas. Hasil pernapasan berupa energi untuk beraktivitas.


Sekali bernapas, rata-rata manusia menghirup 500 mililiter udara, di mana 20 persen di antaranya berupa oksigen. Dalam keadaan normal, manusia menghirup dan melepas udara 20 kali. Terbayang, betapa tersiksa paru-paru bila udara yang dihirup sehari-hari di dalam rumah mengandung polutan berbahaya.

Terlebih bila rumah berlokasi di lingkungan sarat polutan yang terdampak dari kepadatan lalu lintas, atau kebakaran hutan. Udara kotor yang masuk dan terperangkap dalam rumah saat jendela dan pintu kebetulan terbuka bakal mengganggu pernapasan. Lama kelamaan, bisa memicu penyakit pernapasan serius.

Bagi mereka yang “berhidung sensitif” dan mudah alergi, semisal mengidap asma, maka polutan dalam rumah, menurut Dr. Ong, bakal memperparah kondisi saluran pernapasan, bahkan paru-parunya. “Mereka bisa mengalami alergi, batuk terus menerus, kesulitan bernapas, dan lebih parah lagi, kanker.”

Polutan dalam rumah semakin membahayakan bila di antara penghuni ada bayi atau balita. Sistem imun mereka, dikatakan Dr. Ong, masih lemah dan masih berkembang kurang dari separuh dewasa. Maka bila terpapar polutan dalam rumah secara terus menerus dalam kurun waktu lama, kondisinya bakal parah.

Andalkan Alat Penjernih Udara

Bila kondisi rumah sarat polutan—asap rokok dan lilin, debu mebel, semprotan deodoran dan antiserangga—ditambah pula kondisi luar rumah diperparah polusi kendaraan bermotor dan lain-lain, Dr. Ong menyarankan untuk menutup pintu dan jendela, lalu memasang alat penjernih udara. Dengan begitu, kualitas udara lebih baik.

Dalam hal ini, alat penjernih udara Dyson Pure Cool Link dari Inggris merupakan salah satu yang dapat diandalkan untuk meredam polusi dalam rumah modern yang rata-rata tidak dilengkapi ventilasi udara. Alat ini mengisap asap dan polusi dengan cepat, sehingga udara dalam rumah lebih segar dan sehat.

Alat penjernih udara sekaligus kipas angin ini dapat digunakan 12 jam per hari, atau bila perlu, disetel sepanjang hari dengan automatic mode. Material ramah lingkungan dan konsumsi energi listrik ramah kantong menjadi nilai lebih Dyson Pure Cool Link. Apalagi desainnya juga imut, modern dan tahan banting.

Desain minimalis Dyson Pure Cool Link juga aman bagi anak-anak. Angin sejuk mengalir dari celah tipis di tepian bidang bundar atau oval yang memiliki pola kerja mirip turbin pesawat. Tanpa baling-baling layaknya kipas angin konvensional, sehingga tidak membahayakan anak-anak yang bermain di dekatnya.

Dengan bobot ringan, Dyson Pure Cool Link mudah dipindahkan ke ruang mana pun dalam rumah di mana penghuninya meluangkan waktu terlama. Daya jangkau satu alat ini mencakup ruang berdiameter 15 meter persegi. Selain itu, perawatan juga sangat mudah, cukup mengangkat silinder filter dan membersihkannya.

“Selain polutan macam asap rokok, alat ini juga dapat menyerap bau tidak sedap, seperti masakan ikan yang beraroma tajam, juga bau cat dinding,” kata Jim Roovers, Head of SEA Electronic, Research and Development Dyson kepada awak media di Dyson Operation Pte. Ltd, Singapura, pada Selasa (21/6).

Namun Jim tidak menyarankan penghuni rumah untuk membuka pintu dan jendela lebar-lebar sehingga polusi di lingkungan luar bisa masuk rumah lalu diredam oleh Dyson Pure Cool Link. “Alat ini digunakan untuk meredam segala polusi di dalam rumah [modern yang tertutup rapat tanpa ventilasi udara],” ia menegaskan.

Maka sesuai fungsinya, Dyson Pure Cool Link menyerap polusi, menjernihkan udara dan menebarkan udara sejuk segar. Dengan keadaan rumah lebih bersih dan kualitas udara dalam rumah lebih baik, maka tubuh para penghuni pun lebih sehat.

Alat penjernih udara Dyson Pure Cool Link. (CNN Indonesia/Vega Probo)
(vga)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK