Ilmuwan Ciptakan 'Coklat Listrik' Rendah Lemak

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 30/06/2016 15:42 WIB
Ilmuwan telah menemukan cara untuk mengurangi lemak pada cokelat dan membuatnya menjadi lebih lezat dengan menggunakan medan listrik. Ilmuwan menciptakan cokelat rendah lemak tapi tanpa mengurangi kelezatan rasanya. (Thinkstock/Jacek Nowak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kini menikmati cokelat tak perlu khawatir dengan kandungan lemak yang akan menggagalkan penurunan berat badan. Para ilmuwan telah menemukan cara untuk mengurangi lemak pada cokelat dan membuatnya menjadi lebih lezat.

Temuan ilmuwan dari Tample University tersebut dipublikasikan dalam seminar National Academy of Sciences of the United States of America. Para peneliti menemukan ada cara menurunkan kandungan cokelat yaitu menggunakan medan listrik.

"Cokelat adalah satu dari makanan paling populer di dunia dari segi jenis dan rasa. Sayangnya, saat ini banyak produk cokelat mengandung terlalu banyak lemak yang mengarah pada kegemukan," tulis para peneliti, dikutip Telegraph.


"Meski sudah lama terjadi, namun tidak ada solusi yang pasti. Beberapa produsen menggantikan lemak kakao dengan lemak rendah kalori namun lemak ini terlarang di beberapa negara.”

Untuk memecahkan dilema tersebut, para peneliti kemudian mencoba menggunakan prinsip fisika dalam pembuatan cokelat. Ketika cokelat diproduksi dan masih dalam kondisi cair, peneliti menanamkan alat electrorheology ke dalam aliran cokelat guna menghasilkan medan listrik.

Medan listrik tersebut kemudian menciptakan pemisahan partikel secara mikro dan tercipta perubahan viskositas atau kekentalan dalam larutan cokelat tersebut. Hasilnya, tercipta cokelat dengan konsentrasi kakao tinggi dengan kandungan lemak yang lebih rendah dari biasanya.

"Perubahan struktur mikro ini mengurangi viskositas dalam aliran dan memungkinkan mengurangi lemak 10 sampai 20 persen. Ini kelas baru dari cokelat yang lebih lezat dan sehat," tulis peneliti.

Sebagai salah satu makanan favorit di dunia, cokelat di pasaran mengandung lemak antara 40 sampai 60 persen. Bagi sebagian produsen, mereka mulai memproduksi cokelat rendah lemak dengan cara membuang lemak yang ada pada olahan kakao tersebut.

Namun pengurangan lemak tersebut ikut mengurangi kelezatan cokelat. Sebagai solusinya, sebagian produsen justru menambahkan gula untuk penguat rasa cokelat. Tindakan ini yang diyakini para ahli gizi National Forum on Obesity, justru membuat tubuh mudah menggemuk.

Dugaan tersebut didukung dengan temuan Walter Willett dari Harvard School of Public Health yang menyatakan bahwa mengonsumsi makanan rendah lemak justru cenderung menaikkan bobot tubuh, karena makanan tersebut cenderung membuat seseorang terus ingin makan.

Terlepas dari kontroversi cokelat dan lemak yang ada di dalamnya, banyak penelitian telah mengakui bahwa mengonsumsi cokelat baik bagi kesehatan kardiovaskular. Selain itu, mengonsumsi cokelat juga terbukti meningkatkan rasa bahagia. (les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK