Bukan cuma mengancam kelestarian lokasi wisata, padatnya wisatawan juga menimbulkan ketidaknyamanan hidup bagi penduduk lokal untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Mengutip Lonely Planet, dari Roma ke Capri, Florence ke Venesia, dan Pompeii sampai Cinque Terre, semuanya mengalami masalah serupa. Semua kawasan wisata ini menghadapi masalah terlalu banyaknya wisatawan, terutama saat sedang musim liburan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini bukanlah masalah awal yang dihadapi Italia. Masalah tersebut sudah muncul dan menjadi makin buruk sejak rekor wisatawan tahun lalu sudah terlewati di tahun ini. Daerah wisata yang terdampak ini kemudian meminta pemerintah untuk membuat rencana nasional untuk meringankan masalah karena wisata.
Lembaga pariwisata Italia, Enit, dan Menteri Kebudayaan Italia mulai bekerja untuk mengatasi masalah padatnya wisatawan ini. Direktur Enit, Fabio Lazzerini mengatakan bahwa mereka sudah mengajukan usulan untuk membatasi akses wisatawan dan menarik pajak wisata di berbagai destinasi wisata.
Walikota Venesia Luigi Brugnaro menerapkan aturan yang lebih keras untuk menekan lonjakan angka wisatawan. Dia berargumen bahwa kondisi sekarang ini berisiko meningkatkan konfrontasi antara penduduk lokal dan wisatawan.
Sang walikota juga sudah mencoba untuk membuat kotanya lebih bisa dihuni oleh penduduk lokalnya sendiri. Salah satu caranya adalah dengan memberikan akses eksklusif untuk naik vaporetti (bus air).
Venesia sendiri sudah mengalami kenaikan jumlah wisatawan mencapai lima persen di musim ini. Sementara Florence melaporkan kenaikan yang sedikit lebih tinggi. Capri sendiri meningkat sampai sembilan persen, dan Cinque Terre National Park mengalami kenaikan sampai 20 persen. (chs)