Tak seperti jenis Cannabis lainnya, hemp memiliki kandungan senyawa obat psikoaktif tetrahydrocannabinol atau THC yang lebih rendah.
Hemp memiliki banyak manfaat mulai dari serat yang dapat digunakan sebagai kanvas dan pakaian, biji yang digunakan sebagai makanan, hingga berbagai produk lainnya seperti kertas hingga bangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Khou, selama beberapa dekade, pengunjung festival olahan daging sapi tersebut selalu menikmati sapi dengan cara konservatif. Daging dalam festival tersebut berasal dari seluruh penjuru Amerika Serikat.
"Ini rasanya enak, seperti ada rasa kacang panggang di dalamnya," ujarnya.
Hemp yang ditambahkan ke daging tersebut berasal dari petani lokal. Karenanya, penggunaan ini juga dianggap menjadi peluang komoditas baru bagi petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Penggunaan hemp ini sudah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Pihak FDA, melalui surelnya kepada perwakilan masyarakat setempat menyatakan bahwa yang dilarang hanyalah daun ganja.
"Minyak dan biji hemp dapat digunakan, untuk penyedap daging dan ternak lainnya tanpa tambahan zat apapun," tulis FDA.
Persetujuan FDA ini disambut baik oleh para peternak lokal dan pengusaha daging di Kentucky. Dengan ramuan hemp, mereka langsung mengolah sosis yang kemudian mendapat sambutan luar biasa dari pembeli.
Menurut Daily Mail, sosis hemp variasi baru tersebut langsung menuai sukses. Sebuah restoran penyedia sosis hemp, Maxine Bracken, bahkan telah memesan dua ribu sosis dengan hemp, dan mendapat komentar sosis tersebut terasa lezat, seperti sosis Polandia. (meg)