Harga produk dari brand-brand luar negeri yang terbilang mahal pun sering kali dijadikan jaminan mutu produk tersebut. Sedangkan, produk kreatif lokal yang dibanderol dengan harga tinggi sering dianggap tak layak.
Karena kondisi itu, pekerja kreatif akhirnya berkumpul untuk mengedukasi masyarakat mengenai kualitas dan nilai seni dari produk kreatif brand lokal, yang membuatnya layak untuk dilabeli dengan harga tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui acara MakersMarket yang akan digelar pada 26-29 Agustus mendatang di Lantai 5 West Mall Grand Indonesia, para pekerja kreatif akan menunjukkan proses pengerjaan produk lokal yang membuatnya layak untuk dilabeli dengan harga yang kompetitif dengan produk luar.
"Sebenarnya mereka sudah baik memperjualkan produknya secara global, namun masih memiliki kesulitan dalam hal teknologi, sistem pembayaran dan logistik," katanya.
Lewat kerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif, MarketPlays menggelar pop-up bazaar yang menampilkan kreatifitas brand lokal seperti denim, batik, natural dye, leathers craft, juga kerajinan kayu Indonesia.
Tak hanya itu, pengunjung pun diberi kesempatan untuk mencoba pengalaman membuat produk-produknya secara langsung. Ada juga workshop dan eksibisi berupa instalasi seni.
"Kami mengharapkan acara ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus mengapresiasi kreatifitas merek lokal sekaligus membantu meningkatkan ekonomi lokal Indonesia," kata Ivan.
"Kerjasama dengan Bekraf pun untuk semakin meningkatkan ekonomi kreatif yang dalam setahun terakhir ini telah menyumbang Rp 642 triliun atau tujuh persen dari total produk domestik bruto dan targetnya sampai 12 persen," ujarnya.
(meg)