Hotel Tanpa Dinding Dibuka di Pegunungan Alpen

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Jumat, 12/08/2016 15:31 WIB
Hotel Tanpa Dinding Dibuka di Pegunungan Alpen Jangan bayangkan penghangat ruangan atau perapian. Di hotel ini hanya ada satu tempat tidur besar dengan pemandangan pegunungan Alpen di depan mata. (Courtesy Nullsternhotel.ch)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah hotel sudah selayaknya menyediakan kamar tidur dan kamar mandi di dalamnya. Kamar juga dibuat sangat privasi dengan kunci kamar yang hanya dimiliki oleh penyewa kamar saja. Namun, lain halnya dengan sebuah hotel yang berada di Pegunungan Alpen, Swiss.

Terletak di ketinggian 1,9 ribu meter di atas permukaan laut, Hotel Null Stern mengusung konsep minimalis yang sangat ekstrem.

Mengutip dari Oddity Central, hotel ini tidak menggunakan dinding ataupun atap sama sekali. Bahkan, fasilias seperti kamar mandi pun juga tidak disediakan.


Pengunjung dibiarkan menikmati keindahan pegunungan Alpen dari tempat tidur yang berukuran besar. Ini mungkin terlihat sederhana, namun tentu saja menyiapkan kamar hotel yang terbuka dan di atas pegunungan tentu membutuhkan kerja yang tak mudah.

Kontraktor hotel tersebut harus membawa sejumlah peralatan ke atas gunung, seperti ekskavator. Mereka harus meratakan tanah sebelum memasang tempat tidur di atasnya. Selain itu, mereka juga harus memastikan lampu tidur dapat menyala.

Pembuatan 'kamar' hotel yang sangat menyusahkan ini tentu membuat sejumlah orang bertanya-tanya, mengapa harus bersusah payah membuat hotel seperti itu?

Pendiri Null Stern, Daniel Charbonnier mengatakan dia ingin memberikan pengalaman unik kepada tamunya. Selain itu, Charbonnier juga ingin mengurangi pembuatan hal-hal kecil, seperti dinding, atap, dan kamar mandi.

Tentu saja peniadaan kamar mandi menjadi salah satu masalah besar bagi setiap orang. Namun, jangan khawatir, toilet tetap ada, meski harus ditempuh dengan perjalanan sejauh 16 kilometer terlebih dulu.

Nama Null Stern juga memiliki arti khusus dalam bahasa Jerman, yaitu 'Zero Star.' Tidak ada 'bintang' fasilitas yang menjadi pelengkap, tapi justru Anda lah satu-satunya sang bintang yang tidur beratap miliaran bintang di langit.

Alasannya, meski hotel ini terbuka, namun tetap ada pelayanan kamar. Tamu akan disambut dengan minuman dan juga makanan yang disediakan di dalam keranjang. Pelayan pun juga akan tidur di dekat 'kamar' tamu.

Untuk bisa menikmati suasana alam di sini, Anda harus membayar US$260 per malam atau sekitar Rp3,4 juta. Harga tersebut memang terbilang mahal, namun rupanya hotel yang hanya menyediakan satu kamar saja ini telah penuh dipesan selama bulan Agustus ini.

Hotel ini memang dibuka sepanjang musim semi dan musim gugur, tapi pemilik hotel dengan senang hati akan membatalkan pesanan jika cuaca sedang buruk.

Sebelumnya pada 2008, hotel serupa juga telah dibuat di kota Tuefen, Swiss. Kamar hotel dibuat di dalam sebuah bungker nuklir.

(meg/vga)