Pasca Serangan Bom, Pariwisata Thailand Tetap Bergeliat

Vega Probo, CNN Indonesia | Senin, 15/08/2016 15:37 WIB
Pasca Serangan Bom, Pariwisata Thailand Tetap Bergeliat Suasana di Phuket, Thailand (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Thailand memanas beberapa hari belakangan ini seiring serangan bom bertubi-tubi di sejumlah provinsi. Pihak kepolisian setempat memastikan peristiwa ini bukan aksi teroris, melainkan sabotase.

Meski begitu, Sekjen United Nations World Tourism Organisation (UNWTO) Taleb D. Rifai memastikan acara World Tourism Day 2016 di Bangkok, Thailand, bakal digelar sesuai rencana pada 27 September 2016. Demikian dikabarkan laman Thai Visa.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Kobkarn Wattanavrangkul pasca aksi serang bom bertubi-tubi, Rifai menyebut Thailand sebagai salah satu destinasi penting bagi turis di seluruh penjuru dunia.


Rifai yakin, Thailand tetap menjadi destinasi wisata yang bakal dikunjungi turis mancanegara. Sementara itu, Presiden dan CEO World Travel and Tourism Council David Scowsill menyatakan sudah berdiskusi dengan Wattanavrangkul soal keamanan.

Pemerintah Thailand sudah meningkatkan pengamanan pasca serangan bom, dan meyakini kondisi negerinya berangsur normal. Menurut Scowsill, peristiwa serupa juga terjadi pada Agustus tahun lalu,  tapi laba pariwisata malah melonjak hingga 20 persen.

Pada tahun lalu, tercatat lebih dari 30 juta turis menjejali Thailand. Lalu, pada semester pertama tahun ini, laba meningkat, 25 persen. Ini menunjukkan banyak orang tidak gentar menjejakkan kakinya di Negeri Gajah Putih sekalipun dilanda tragedi berdarah.
 
Wattanavrangkul menyatakan siap berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri soal pemberitahuan kepada Amerika Serikat, Inggris Raya, Australia, Selandia Baru, Kanada, Hong Kong mengenai situasi terkini dan peningkatan keamanan pasca serangan bom.

Petinggi Tourism Authority of Thailand (TAT) Yutthasak Supasorn menyatakan pihaknya siap mengampanyekan dan  mempromosikan pariwisata jangka pendek, karena pariwisata jangka panjang masih dipertimbangkan mengingat kondisi keamanan saat ini.

Komandan polisi pariwisata Pol Maj-Gen Surachet Hakparn menyatakan siap menempatkan 800 polisi pariwisata di sejumlah provinsi untuk memastikan keamanan yang lebih baik bagi para turis. Bisa jadi, jumlahnya ditambah menjadi 900 personel.

Selain World Tourism Day, sebuah acara tahunan bertema jazz juga siap digelar di Hua Hin, pada tahun ini. Para expatriat bakal dilibatkan untuk mengampanyekan kondisi terkini Thailand kepada orang-orang di negeri asalnya.

(vga/vga)