"Kami sudah memperoleh informasi, dan sedang dikonfirmasi. Sekarang, KBRI kita di Singapura sedang bekerja mendapatkan konfrmasi mengenai adanya satu WNI yang terjangkit zika," ujar Retno di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/8).
Sambil menunggu konfirmasi dari Singapura, Retno berkata Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Hukum dan HAM, untuk mengeluarkan health advisory terkait kasus ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari koordinasi itu, Subuh menuturkan pihaknya malah belum dapat mengklarifikasi terkait satu WNI yang dilaporkan terjangkit virus zika.
"Masih dilacak sampai siang ini. Sampai saat ini memang belum ada WNI dari 82 kasus itu dilaporkan kepada kami," ujar Subuh, di Gedung DPR.
Saat ini, Singapura tengah bersiaga terkait virus Zika. Laporan terakhir menyebut setidaknya telah tercatat 82 kasus Zika di Negeri Singa itu pada Selasa (30/8). Di tempat lain, Amerika Serikat, Australia, Taiwan dan Korea Selatan telah mengeluarkan peringatan perjalanan untuk warga negaranya.
Warga negara mereka, terutama wanita hamil, diimbau untuk tidak mengunjungi negeri transit tersibuk yang dihuni sekitar 5,5 juta orang itu. Sedangkan, negara-negara tetangga, Malaysia dan Indonesia, menggandakan pemeriksaan di setiap perbatasan.
Dipastikan, di titik-titik masuk seperti bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan terdapat alat pengecek suhu badan untuk mengenali gejala Zika seperti demam, mata merah, dan nyeri sendi.
(meg)