Para ilmuwan yang berasal dari James Cook University, University of Sydney dan Queensland University of Technology menemukan harta karun lautan itu setelah menggunakan teknologi laser yang dimiliki oleh Angkatan Laut Australia.
Mereka menggunakan laser tersebut untuk mengungkap struktur geologis di sekitar karang. Data beresolusi tinggi itu menunjukkan adanya dasar laut dengan gundukan bundar seperti donat berukuran sekitar 200-300 meter dengan kedalaman hingga sepuluh meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagian bawah laut di area-area yang karang yang sudah diketahui membuat kami kagum," katanya.
Gundukan berbentuk cincin itu sebenarnya adalah 'Halimeda bioherms', yang merupakan susunan terumbu karang yang terbentuk oleh pertumbuhan ganggang jenis Halimeda. Penemuan baru ini juga mengungkap habitat karang dalam area seluas 6000 kilometer persegi.
Great Barrier Rief merupakan objek wisata terkenal di Australia. Bahkan AS News & World Report melabeli area tersebut sebagai tempat terbaik untuk berlibur 2016-2017.
Meski begitu, ada kekhawatiran tentang suhu air dan memutihnya karang-karang tersebut karena perubahan iklim. Profesor Jody Webster dari University of Sydney mengatakan dengan penemuan ini muncul pertanyaan baru tentang seberapa rentan struktur karang tersebut terhadap perubahan iklim.
"Sebagai organisme yang berkapur, Halimeda mungkin rentan terhadap pengasaman laut dan pemanasan. Kami akan mencari tahu sejauh mana Halimeda dapat terkena dampak," ujarnya.
(meg)