Melansir dari laman Philly Trib, sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience menunjukkan bahwa akan ada gelombang panas yang melintasi kedua daerah itu. Gelombang panas tersebut diperkirakan akan berlangsung selama 50 hari berturut-turut hingga bulan September.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang diketahui, 60-70 persen tubuh manusia terdiri dari cairan. Pada jaringan otak sendiri terdapat sekitar 85 persen air. Inilah yang membuat manusia dianjurkan untuk minum enam sampai delapan gelas setiap harinya, guna membantu tubuh untuk berfungsi dengan baik. Cairan dalam tubuh manusia pun juga harus dikeluarkan untuk detoksifikasi.
Saat suhu udara panas, biasanya suhu tubuh manusia akan normal kembali setelah berkeringat. Namun, apabila suhu dan kelembapan udara tinggi, berkeringat tidaklah efektif untuk mempertahankan suhu normal tubuh. Justru yang terjadi adalah senyawa kimia dalam darah bisa merusak organ internal, termasuk otak dan ginjal.
Jika suhu sudah mencapai di atas 90 Fahrenheit atau 32 Celcius, maka satu-satunya cara untuk menetralisir suhu tubuh adalah dengan berkeringat, dan berkeringat hanya bisa terjadi jika Anda memiliki cairan yang cukup di dalam tubuh. Jika Anda kekurangan cairan, maka bisa mengakibatkan pusing, pingsan, gangguan pencernaan, bahkan kematian.
Untuk itu, penting bagi Anda untuk menghindari dehidrasi, lantaran hal ini bisa merusak sistem kontrol jantung sehingga sulit untuk mengusir panas dalam tubuh. Tubuh manusia ibarat sebuah tungku kecil yang di dalamnya terdapat aktivitas memompa darah, pernapasan, dan aktivitas pencernaan. Apabila Anda berada dalam situasi dengan suhu panas, maka aktivitas tersebut akan menghasilkan lebih banyak energi. Nantinya, jika dalam tubuh kekurangan cairan maka jaringan dan organ di dalam tubuh mulai runtuh dan hancur, dan suhu dalam darah akan semakin meningkat.
Saat suhu darah meningkat, darah bisa membakar otot dan mengakibatkan rusaknya otot. Jika Anda terus memaksa diri untuk melakukan sirkulasi dalam tubuh dengan minimnya cairan, maka Anda bisa merasakan kesulitan bernapas. Ini tak boleh dibiarkan karena bisa mengakibatkan sakit kepala, timbulnya bintik-bintik di mata, dengungan di telinga, dan pingsan.
Untuk mengatasi masalah panas, cara yang bisa digunakan adalah dengan banyak minum air putih. Anda tak boleh hanya mengandalkan rasa haus saja untuk minum. Jangan sampai Anda mengalami dehidrasi hanya karena Anda tidak minum air putih lantaran tak merasa haus. Setiap harinya, Anda dianjurkan untuk minum enam hingga delapan gelas. Terlebih lagi jika Anda berada pada lingkungan yang panas, maka lebih baik jika mengonsumsi air putih dua hingga empat gelas setiap jamnya. (chs)