Beragam pameran internasional disambangi demi mempromosikan wisata Indonesia di mata dunia. Salah satu yang menjadi unggulan adalah destinasi wisata bahari.
“Indonesia punya kekuatan di wisata bahari. Ada lebih dari 1.500 dive spots yang tersebar dari Aceh sampai Papua,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Indonesia memperkenalkan destinasi selam itu adalah dengan menggelar Sales Mission Bahari di Dusit Thani Hotel, Manila, pada Kamis (8/9) mendatang.
”Kegiatan tersebut mengikutsertakan 10 sellers dari Indonesia yang menjual paket diving di beberapa daerah di Indonesia seperti Sabang, Aceh Besar, Banda Neira, dan Bali,” terang wanita yang akrab disapa Kiki.
Dia menjelaskan, guna lebih jauh mempromosikan wisata bahari Indonesia di Filipina, Kemenpar juga bekerja sama dengan Persatuan Usaha Selam Indonesia (PUSI), Perkumpulan Usaha Wisata Bawah Laut Indonesia, serta KBRI di Filipina.
“Selain soal destinasi, kemudahan akses dari Filipina ke Indonesia juga menjadi fokus presentasi,” ujarnya.
Kiki menjelaskan, konektivitas menjadi fokus karena merupakan kendala terbesar promosi diving Indonesia.
“Spot-spot diving tersebar di berbagai pulau di Indonesia jadi kemudahan akses sangat penting untuk menarik wisatawan mancanegara datang,” tuturnya.
Kiki menyebut gerbang utama yang akan dijadikan pintu masuk wisman asal Filipina adalah Manado, yang hanya berjarak kurang dua jam penerbangan dari Davao, salah satu kota terbesar Filipina.
“Dari Manado, wisman bisa jadi konektor ke Ambon, Morotai, Gorontalo, Sangihe, Ternate-Tidore, sampai Sorong,” tambah Kiki, yang menyebut dalam waktu dekat maskapai Lion Air akan membuka jalur penerbangan ke Davao dan Cebu. (vga)