Risiko Berbahaya Hantui Peserta Lomba Makan Cabai

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Jumat, 16/09/2016 10:57 WIB
Pelaku Hottest Pepper Challenge seharusnya mewaspadai rasa pedas ekstrem dapat menimbulkan masalah kesehatan, bahkan kematian. Ilustrasi (Thinkstock/moodboard)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia maya, baru-baru ini, digemparkan oleh tantangan baru: Hottest Pepper Challenge. Para pelaku tantangan ini berlomba-lomba memakan cabai yang disebut-sebut terpedas di dunia, Carolina Reaper.

Para pelaku tantangan, dari dewasa sampai anak-anak, merekam video kegiatan ekstrem mereka dan mengunggahnya ke situs web YouTube. Salah satunya, Lizzy Wurst. Hingga kini, videonya telah ditonton lebih dari lima juta kali. 

Tampak Lizzy dan seorang kawannya menggigit ujung cabai seukuran ibu jari itu, sedetik kemudian keduanya berteriak-teriak kepedasan lantaran lidah serasa terbakar. Beragam cara mereka lakukan untuk mengurangi rasa pedas.


Lizzy segera menenggak air dalam botol, sementara temannya terus berteriak seperti tengah kerasukan. Beberapa detik kemudian, baru lah botol air minum disodorkan seseorang kepadanya. Lizzy juga makan roti untuk melipur pedas.

Efek yang dihasilkan cabai itu tak hanya di lidah dan tergolong parah. Wajah, leher, hingga dada Lizzy yang berkulit putih pun berubah kemerahan seperti terbakar. Sedangkan temannya, terserang asma hingga harus mengenakan inhaler.

Ironisnya, mereka malah menertawai 'kegagalan' menghabiskan Carolina Reaper. Huffington Post dalam ulasannya menyarankan seharusnya pelaku tantangan ini mewaspadai rasa pedas ekstrem terkadang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Selain sesak napas, muntah dan kejang, juga bisa menyebabkan kematian pada anak-anak. Hal ini disebabkan kandungan senyawa capsaicin dalam Carolina Reaper yang merangsang ujung saraf, lalu memberitahu otak merasakan panas atau sakit.

Dr. Sanjeev Jain dari Columbia Asthma & Allergy Clinic berujar bahwa sensasi sakit yang dikeluarkan oleh capsaicin bisa menyebabkan stres atau gejala lain yang berhubungan dengan kecemasan, seperti sesak napas dan muntah.

"Terutama pada penderita asma," kata Sanjev. Ia menambahkan, "Ada beberapa kekhawatiran bahwa cabai pedas bisa menimbulkan serangan asma, tapi itu belum terbukti. Ini [asma] terjadi mungkin karena reaksi dari stres."

Meski begitu, tetap saja asma merupakan reaksi yang berbahaya.

Efek paling berbahaya dari mengonsumsi cabai yang sangat pedas adalah kematian. Orang dewasa mungkin akan mengalami kejang-kejang, dan bahkan mengalami dehidrasi karena keringat mengalir deras. Sedangkan anak-anak bisa saja meninggal dunia akibat kejang-kejang setelah mengonsumi cabai bubuk.

Kematian akibat cabai sebagian besar memang terjadi pada anak-anak. Dr. Harrison Lin, ahli THT dan asisten profesor di University of California, mengatakan bahwa cabai yang sangat pedas jelas tidak aman bagi siapa pun.

Selain penderita asma, orang yang memiliki penyakit maag pun tidak disarankan mengonsumsinya. Asam lambung bisa saja meningkat dan membuat maag kambuh.

Ini telah dibuktikan oleh seorang penulis makanan yang mendokumentasikan dirinya tengah mengonsumsi Carolina Reaper. Dalam video itu, ia mengaku merasa mulutnya terbakar hebat dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur.

(vga/vga)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK