Riset menemukan bahwa terkena sinar terang, yang sama dengan cahaya di siang hari, dapat meningkatkan level hormon testosteron dan meningkatkan kepuasan bercinta hingga tiga kali lipat.
Umumnya, hasrat seks kaum pria mengalami penurunan secara signifikan setelah usia 40 tahun. Menurut beberapa studi, lebih dari seperempat pria menilai masalah nafsu seksual itu tergantung pada umur dan beberapa faktor lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sepuluh Makanan Pembunuh Gairah Seks |
Setiap pagi selama dua minggu, mereka menghabiskan waktu setengah sampai satu jam dalam sebuah ruangan dengan boks lampu, yaitu sebuah panel yang didesain untuk memancarkan cahaya putih terang.
Di akhir uji tersebut ditunjukkan bahwa ada kenaikan tingkat testosteron secara signifikan. Mereka juga melaporkan lebih merasa puas dalam kehidupan seksnya.
Di tempat lain, efek yang sama tak terlihat dialami oleh grup pengendali yang mendapatkan perawatan dengan paparan cahaya lampu yang redup atau biasa.
"Sebelum perawatan itu dilakukan, kedua kelompok menilai kepuasan seks mereka dengan skor 2 dari 10. Setelah tes dilakukan, kelompok yang terpapar cahaya lampu putih mengalami peningkatakan kepuasan seks hingga skor 6.3. Perbedaan yang kontras terlihat dengan skor 2.7 dari kelompok pengendali yang hanya terkena cahaya redup," ujar Fagiolini seperti dilansir Telegraph.
Perbedaan juga terlihat saat kadar darah dalam testosteron grup pengendali tetap berada di angka 2.3 nanogram per mililiter sebelum dan setelah tes, sedangkan mereka yang terkena cahaya lampu mengalami peningkatan dari 2.1 menjadi 3.6 nanogram per mililiternya.
Meski demikian, hasil penelitian yang diungkapkan di pertemuan tahunan European College of Neuropsychopharmacology di Vienna ini, dinilai Fagiolini, terlalu dini jika digunakan dalam menangani masalah libido rendah.
"Kami belum sampai pada tahapan di mana kami dapat merekomendasikan temuan ini sebagai perawatan klinis. Ini adalah studi yang kecil, jadi untuk saat ini kita harus memperlakukannya dengan hati-hati," ujarnya.
Kepala Departemen Psikiatri dan Psikologi University of Barcelona Hospital Clinic, Eduard Veta, mengatakan terapi cahaya lampu sebenarnya telah sukses digunakan sebagai cara untuk menangani depresi.
(meg/vga)