Kenalkan Kacang dan Telur Sejak Dini Kurangi Risiko Alergi

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Senin, 26/09/2016 06:10 WIB
Kenalkan Kacang dan Telur Sejak Dini Kurangi Risiko Alergi ilustrasi kacang (tseiu/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa orang biasanya memiliki alergi pada makanan tertentu, termasuk bayi. Jika alergi sudah menyerang, umumnya reaksi yang dikeluarkan tubuh adalah gatal-gatal. Reaksi inilah yang seringkali membuat ibu-ibu kebingungan.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di Journal of American Medical Association (JAMA) menunjukkan ada dua makanan yang bisa mengurangi risiko terkena alergi pada anak. Kacang tanah dan telur adalah jawabannya. Menurut para peneliti, mengenalkan telur pada anak usia empat sampai enam bulan dan kacang untuk anak berusia empat sampai 11 bulan, bisa menurunkan risiko alergi.

Amena Warner, kepala layanan klinis Allergy UK mengatakan bahwa penelitian tersebut dilakukan pada bayi berusia 4-6 bulan yang terkena penyakit atopik, seperti eksim parah atau alergi telur. Peneliti kemudian mengevaluasi dan meminta orang tua untuk mengenalkan kacang di awal kehidupan sang bayi.


"Saat ini penyedia layanan kesehatan harus merekomendasikan produk yang mengandung kcang, seperti kacang halus. Hindari memberikan kacang utuh untuk anak di bawah usia lima tahun," kata Warner.

"Pada awal kehidupan bayi (antara 4-11 bulan), pada sejumlah negara, termasuk Inggris, alergi kacang adalah wajar adanya."

Menurutnya, banyaknya jumlah alergi kacang pada bayi di sejumlah negara terjadi lantaran orang tua kerap menunda pengenalan kacang pada anak. Padahal hal tersebut justru menambah risiko terjadinya alergi kacang.

Mengutip laman Independent, Warner juga menuturkan bahwa alergi makanan yang umum terjadi pada bayi adalah alergi kacang tanah, wijen, susu sapi, kedelai, telur, kacang pohon, gandum, ikan, dan kerang.

Saat ini alergi telah tersebar luas dan dan terus meningkat di dunia barat. Setiap tahunnya penderita alergi di Inggris terus meningkat sebanyak lima persen, dan setengah dari jumlah tersebut adalah anak-anak. Menurut Allergy UK, sejak 1990, telah terjadi peningkatan sebesar 500 persen dalam penerimaan pasien di rumah sakit karena alergi.

Dari jumlah tersebut, Inggris dinobatkan sebagai salah satu dari tiga negara teratas di dunia yang memiliki pasien alergi terbanyak. (chs)