Amena Warner, kepala layanan klinis Allergy UK mengatakan bahwa penelitian tersebut dilakukan pada bayi berusia 4-6 bulan yang terkena penyakit atopik, seperti eksim parah atau alergi telur. Peneliti kemudian mengevaluasi dan meminta orang tua untuk mengenalkan kacang di awal kehidupan sang bayi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada awal kehidupan bayi (antara 4-11 bulan), pada sejumlah negara, termasuk Inggris, alergi kacang adalah wajar adanya."
Menurutnya, banyaknya jumlah alergi kacang pada bayi di sejumlah negara terjadi lantaran orang tua kerap menunda pengenalan kacang pada anak. Padahal hal tersebut justru menambah risiko terjadinya alergi kacang.
Mengutip laman Independent, Warner juga menuturkan bahwa alergi makanan yang umum terjadi pada bayi adalah alergi kacang tanah, wijen, susu sapi, kedelai, telur, kacang pohon, gandum, ikan, dan kerang.
Saat ini alergi telah tersebar luas dan dan terus meningkat di dunia barat. Setiap tahunnya penderita alergi di Inggris terus meningkat sebanyak lima persen, dan setengah dari jumlah tersebut adalah anak-anak. Menurut Allergy UK, sejak 1990, telah terjadi peningkatan sebesar 500 persen dalam penerimaan pasien di rumah sakit karena alergi.
Dari jumlah tersebut, Inggris dinobatkan sebagai salah satu dari tiga negara teratas di dunia yang memiliki pasien alergi terbanyak. (chs)