Meski bukan orang Jepang, gaya Harajuku terlihat cocok dan glamor saat dipakai Gwen. Mengutip US Magazine, kecintaannya pada gaya busana Harajuku yang terlihat unik dan nyeleneh memang dipengaruhi oleh budaya Jepang.
Tak sebatas gaya, Gwen pun mengusung kecintaan pada Harajuku ke dalam musiknya. Pada 2004 lalu, ia merilis lagu Harajuku Girls yang terangkum dalam album musik Love. Angel. Music. Baby.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia akan pergi ke Jepang dan kembali dengan harta karun," kata desainer L.A.M.B. ini mengenang. "Kami akan mendengar banyak cerita."
Dari sini lah awal kecintaan Gwen pada fesyen khas kaum muda Negeri Matahari Terbit.
"Di distrik Harajuku [Tokyo], tren seperti itu tentu saja sudah ada bertahun-tahun sebelum saya menemukannya," kata Gwen. "[Tren] Itu adalah ekspresi diri dan kebutuhan untuk menjadi berbeda dan unik, serta menonjol."
"Itu adalah sesuatu yang saya sukai juga. Ketika tiba waktunya berbelanja, saya berkata, 'Ibu, saya tidak ingin pergi ke mal untuk beli pakaian. Beri saja saya US$100, saya akan pergi ke toko barang bekas dan mendapatkan banyak barang.'"
Untungnya, setelah bergabung dengan No Doubt, Gwen bisa pergi ke Jepang sendiri. Dia pergi ke Jepang untuk tur konsr bersama grup band-nya pada 1995.
"[Saya] punya keterkaitan sebagai gadis kecil dan obsesi personal untuk fesyen, tradisi, budaya, dan semua hal modern. Saya ada di sana dan saya seperti 'Apa yang terjadi? Saya harusnya jadi orang Jepang. Ini tempat saya, saya suka tempat ini,'" katanya.
Hanya saja tak semuanya setuju dengan adaptasi gaya Gwen di Amerika. Banyak yang mengungkapkan kritik dan tuduhan penyimpangan budaya dari Asia-Amerika seperti Margaret Cho.
Tapi toh Gwen tetap terinspirasi oleh gaya dan budaya Harajuku.
Buat dia, gaya Harajuku bukan sekadar estetika, tapi juga membantunya untuk menyibukkan diri dengan berbagai proyek yang membantunya menyembuhkan luka setelah melewati 'masa-masa gila nan penuh gejolak,' terutama pasca perceraian dengan Gavin Rossdale, pada 2015.
(vga)