Colma, Kota Kecil di California yang Dihuni Jutaan Mayat

Megiza, CNN Indonesia | Senin, 03/10/2016 11:51 WIB
Colma, Kota Kecil di California yang Dihuni Jutaan Mayat Kota Colma, California. (BrokenSphere via Wikimedia Commons (CC-BY-3.0))
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika biasanya sebuah kota dihuni oleh masyarakat yang mempunyai banyak aktivitas, lain halnya dengan sebuah kota di California yang bernama Colma. Meski dihuni lebih dari 1,5 juta jiwa, Colma menjadi kota yang sangat tenang. Alasannya, mereka yang tinggal di sana adalah jiwa-jiwa yang sudah mati.

Tercatat hanya 1800 orang saja yang hidup dan tinggal di sana. Masyarakat yang tinggal di Colma memang menghabiskan hidup dan mati mereka di kota yang berada dekat dengan semenanjung San Fransisco ini.

Mengutip Oddity Central, pada tahun 1990, San Francisco dikenal sebagai kota tempat mereka yang sudah mati. Pada masa penambangan emas dan perdagangan, imigran dari seluruh dunia mendatangi kota ini untuk mencari kehidupan yang baru.


Sayangnya mereka datang dengan membawa virus penyakit dan banyak korban berjatuhan. Tak hanya dianggap sebagai pembawa virus penyakit, imigran juga disebut sebagai pengambil tanah karena membuat 27 pekuburan.

Untuk itu, pada 1902, Dewan Pengawas Negara melarang melakukan penguburan lebih lanjut di dalam kota dan memaksa mereka untuk melakukan pemakaman di lahan yang lebih besar, seperti Laurel hill dan Kalvari Cemetry.

Meski telah dilarang, para imigran tetap mempertahankan jasad yang telah dikubur di tempat asalnya. Namun, sejak 1942, hanya ada dua tempat pemakaman yang ada di San Francisco: The San Francisco National Cemetery dan Mission Dolores Cemetery.

Hingga kini tempat pemakaman tersebut masih ada, hanya saja tidak menerima jasad baru untuk dikubur. Empat dekade kemudian, Uskup Patrick Riordan memutuskan untuk membuat tempat pemakaman baru di sebuah lembah yang berjarak delapan kilometer dari Colma.

Sejak saat itu sebanyak lebih dari 150 ribu mayat dipindahkan dari San Francisco menuju kota mati itu. Kota kecil itupun diberkati dan dinobatkan sebagai satu-satunya kota di dunia di mana jumlah orang mati lebih banyak dari pada yang hidup.

Perbandingan tersebut pun tak pernah berubah hingga hari ini. Sebanyak 1,5 juta orang tidur dengan abadi di sini. Diperkirakan ada 75 jenazah yang dikirimkan ke kota ini setiap harinya.

Sampai saat ini, Colma masih 'menjabat' sebagai kota dengan warga yang tinggal di bawah tanah. Beberapa julukan juga diberikan untuk Colma, seperti The City of the Silent, The City of Souls, atau The City of the Dead.

Warga yang hidup pun tak merasa terganggu dengan keberadaan mayat-mayat ini. Mereka justru membuat humor, "Rasanya menyenangkan bisa hidup di Colma."

Colma adalah rumah abadi bagi banyak tokoh sejarah, mulai dari penjudi legendaris Wild West, penegak hukum Wyat Earp, penemu denim Levi Strauss hingga ikon bisbol Joe DiMaggio.


(meg)