Maskapai Terapkan Penerbangan Bebas Jeritan Anak Kecil

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 18/10/2016 17:10 WIB
Maskapai Terapkan Penerbangan Bebas Jeritan Anak Kecil Ilustrasi anak dalam penerbangan. (Thinkstock/vsurkov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi anak kecil, menaiki pesawat terbang ialah pengalaman yang menyenangkan. Namun, durasi penerbangan yang lama terkadang membuat mereka bosan, sehingga tangisan dan jeritan membuat penumpang yang ingin beristirahat merasa terganggu.

Telah banyak artikel yang memuat pengakuan penumpang, mengenai betapa menyebalkannya terbang selama belasan jam sambil mendengar rengekan anak kecil. Tapi, melakukan penerbangan merupakan hak semua orang, sehingga penumpang yang merasa terganggu cuma bisa mengeluh dalam hati.

Mengetahui kondisi itu, perusahaan penerbangan asal India, IndiGo, dikabarkan sudah mulai menyediakan ruang kabin bebas anak kecil demi kenyamanan penumpangnya.


Dikutip dari Traveller, maskapai itu mulai menerapkan aturannya yang dinamakan ‘Quiet Zone’ sejak awal Oktober.

Dalam aturannya, anak kecil yang berusia di bawah 12 tahun dilarang untuk duduk di deretan ke-satu sampai ke-empat dan ke-11 sampai ke-14 dalam kabin.

“Deretan itu ditujukkan bagi pebisnis yang ingin tetap melakukan pekerjaannya selama penerbangan,” tulis IndiGo dalam keterangan resminya.

Selain dua deretan itu, anak kecil juga dilarang untuk duduk dekat pintu darurat, yang biasanya dekat deretan ke-satu, ke-12 dan ke-13.

Perusahaan penerbangan asal Singapura, Scoot, lebih dulu menerapkan aturan yang sama sejak 2013. Namun, mereka memberi tarif yang berbeda untuk tempat duduk yang bebas anak kecil.

“Kami tidak bermaksud mengancam keberadaan penumpang anak, atau yang bepergian dengan mereka. Masih banyak layanan yang menyenangkan dari kami untuk dinikmati,” kata CEO Scoot, Campbell Wilson.

Maskapai asal Asia lainnya, AirAsia dan Malaysia Airlines, juga sudah menerapkan aturan yang sama sejak awal tahun ini. Malaysia Airlines bahkan melarang anak kecil untuk duduk di kelas eksekutif.

Meski demikian, perusahaan penerbangan Amerika dan Eropa, seperti Virgin dan British Airways, belum menerapkan aturan yang sama.

Dikutip dari Mirror, kedua pihak menyatakan kalau maskapai mereka tetap ramah untuk keluarga.

Tentu saja banyak komentar yang muncul mengenai keputusan ini di media sosial, terutama Twitter. Sebagian besar orang tua merasa keberatan, namun tidak sedikit orang dewasa yang merasa lega.

“Setelah ini apa? Restoran bebas anak kecil? Mall? Perpustakaan? Taman?” tulis salah seorang netizen bernama Rose Blue.

“Anak kecil lebih sopan dibanding orang dewasa, yang berisik ketika mabuk,” tulis Laura Brook.

“Sangat senang mendengar hal ini. Sudah lama saya tersiksa dengan jeritan anak kecil selama penerbangan jarak jauh,” tulis Patricia Tallman.

“Tolong terapkan ini di semua hal, sekarang juga,” tulis Martin Sparey.

Dalam sebuah survei yang dilansir Mirror, disebutkan bahwa pada 2014 sebanyak 35 persen penumpang mau membayar tarif ekstra untuk mendapat tempat duduk bebas anak kecil. Bagaimana menurut Anda, apakah setuju atau menolak aturan mengenai penerbangan bebas anak kecil?

(ard/ard)