Ekspor Barang Kerajinan Bali ke China Meningkat

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 07/11/2016 11:06 WIB
Ekspor Barang Kerajinan Bali ke China Meningkat Ilustrasi jual beli barang kerajinan khas Indonesia. ((CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara asal China ke Bali ternyata juga berpengaruh baik terhadap ekspor perdagangan nonmigas ke negeri itu, sehingga perolehan devisa naik hingga 120,68 persen.

"Perdagangan aneka barang kerajinan bernilai seni hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali semakin sering masuk pasar China,” kata Ketut Wijaya, seorang pengusaha sekaligus eksportir di Denpasar, Jumat (4/11), seperti yang dilansir dari Antara.

Ia menyebutkan, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat perdagangan nonmigas dari Pulau Dewata ke Negara Tirai Bambu bernilai US$16,3 juta (sekitar Rp213 jutaan) selama periode Januari-September 2016, atau naik 120,68 persen dibanding periode yang sama pada 2015 yaitu US$7,4 juta (sekitar Rp96 jutaan).


Sejumlah barang kerajinan yang laku dikapalkan ke China antara lain aneka perabotan rumah tangga berbahan baku kayu, pakaian jadi bukan rajutan serta kerajinan berbahan baku kulit.

Ketut Wijaya yang sering melakukan promosi dengan mengikuti pameran ke mancanegara termasuk ke China dan Taiwan menilai bahwa, banyak hal yang perlu ditingkatkan agar barang buatan Bali tetap mampu bersaing memasuki pasar China.

"Konsumen di sana cukup potensial, namun mereka meminta barang berkualitas baik dengan harga murah, sesuai kondisi barang produksi pabrik di negeri itu. Maklum pembeli berbeda persepsi dengan pengusaha,” ujar Ketut Wijaya.

Pengusaha umumnya menginginkan untuk bisa meraup untung besar, sedangkan para konsumen menginginkan berbagai jenis barang berkualitas dan sesuai perkembangan zaman, tentu dengan harga murah sesuai kondisi ekonominya.

Ketut Wijaya menyambut baik promosi pariwisata yang semakin gencar dilakukan pemerintah ke China, karena akan berdampak besar terhadap peningkatkan perdagangan barang kerajinan yang sebagian besar merupakan industri rumah tangga di Bali.

(ard/ard)