Hakim Robin McPhee dari Pengadilan Highbury Corner Magistrates di London Utara memutuskan bahwa kelab tersebut boleh kembali beroperasi—karena Dewan Kota Islington menyatakan tidak akan melakukan banding, yang dimulai pada pekan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
September kemarin, Dewan Kota Islington mencabut izin beroperasi kelab malam Fabric atas permintaan dari polisi, setelah dua pengunjung remaja tewas diduga overdosis narkoba.
Fabric dikenal sebagai kelab malam yang konsisten dengan musik drum and bass, tekno dan house.
Penutupan kelab malam itu sempat membuat resah kelab malam lainnya, yang mulai banyak bermunculan sejak delapan tahun terakhir, seperti yang dikutip dari pernyataan Khan.
Beberapa aturan baru tersebut antara lain pemeriksaan kartu identitas dan barang bawaan pengunjung, penempatan petugas keamanan dan larangan masuk bagi yang ketahuan menggunakan atau menjual narkoba selama berada di Fabric.
Sejak 2011, tercatat ada empat kasus kematian yang menjadi polisi meminta Dewan Kota Islington mencabut izin beroperasi Fabric.
Khan sempat menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya Fabric adalah “bagian penting dalam sejarah budaya kota”.
Ia juga mengatakan kalau penutupan kelab malam tidak akan memengaruhi peredaran narkoba. Belum lagi industri hiburan malam yang juga akan terkena dampak ekonominya.
Fabric telah dikunjungi oleh banyak DJ top dunia dan mengklaim kalau sebanyak enam juta orang pernah menghabiskan malam dalam kelab yang dibangun di kawasan pabrik sejak 1999 itu.
(ard)