Terminal Kapal Pesiar Bakal Dibangun di Bali

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Minggu, 11/12/2016 08:28 WIB
Terminal Kapal Pesiar Bakal Dibangun di Bali Ilustrasi kapal pesiar. (Trondheim Havn via Wikimedia (CC-BY-SA-2.0))
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang menjalin kerja sama dengan Singapura di sejumlah sektor.

Negeri Singa itu sepakat untuk bekerja sama di bidang pariwisata, pembangunan gas alam cair (LNG), pembangunan kawasan informasi dan teknologi, serta pengelolaan sampah di laut menjadi energi listrik.

"Kami berharap, di akhir tahun depan, semua kerja sama sudah bisa terealisasi dengan baik,” kata Luhut dalam keterangan resminya, seperti yang dikutip dari Antara pada Minggu (11/12).


“Untuk sektor pariwisata, Singapura sepakat berinvestasi di Danau Toba, Borobudur dan Mandalika," lanjutnya.

Indonesia sendiri telah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang hingga 2019.

Pemerintah pun terus melakukan segala upaya untuk mewujudkan target tersebut, dengan membangun sejumlah fasilitas pendukung.

Oleh karena itu, lanjut Luhut, dalam kerja sama ini, Indonesia juga berencana akan membangun terminal kapal pesiar (cruise).

Terminal cruise rencananya akan dibangun di Bali, Palembang, Medan, dan Semarang, untuk menjaring sebanyak 300 cruise per tahunnya.

Hal itu dilakukan lantaran selama ini, kapal-kapal pesiar yang datang ke Indonesia terbilang masih sangat minim. Padahal, wisata bahari di Indonesia sangat potensial.

"Rabu depan, kami akan mengagendakan rapat terkait rencana pembangunan ini, serta pelatihan pelayanan wisatawan oleh Singapura,” ujar Luhut.

Sementara itu, terkait masalah pembangunan LNG, Luhut menambahkan bahwa Singapura juga akan melakukan pembangunan pembangkit listrik di pulau-pulau terpencil.

Singapura dinilai memiliki teknologi yang mumpuni untuk membantu mendorong rasio elektrifikasi di Indonesia.

Begitu pula dengan rencana pembangunan kawasan informasi dan teknologi, yang berkonsep penerjemahan pusat data.

Menurut Luhut, untuk rencana pembangunan kawasan informasi dan teknologi, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Kami akan bicarakan apa yang bisa dipindahkan ke dalam negeri, agar pergerakan informasi dan teknologi semakin terasa di Indonesia," kata Luhut.

(ard)